Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Minggu, Agustus 9, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Tembok taman bunga Rp 600 juta, simbol lunturnya wibawa Pemko?

by Redaksi
20/12/2017
in Peristiwa, Seni & Wisata, Uang
0
Tembok yang dibangun di salah satu sisi Taman Bunga

Tembok yang dibangun di salah satu sisi Taman Bunga

Share on FacebookShare on Twitter

isiantar.com – Di tahun 2015 lalu, Pemerintah Kota Pematangsiantar mengucurkan dana sekitar Rp 600 juta untuk membangun tembok di salah satu sisi kawasan Taman Bunga yang berada di pusat kota. Disebutkan, tujuan pembangunan tembok itu adalah agar pedagang yang berjualan di balairung tidak lagi bisa memasuki kawasan taman tersebut.

Tujuan pembangunan itu dianggap penting karena berjualan di dalam kawasan Taman Bunga adalah melanggar Peraturan Daerah (Perda) dan juga dianggap menjadi masalah yang serius dari aspek estetika. Meski sebenarnya sejak awal balairung dibangun sudah ada pagar besi permanen yang membatasi. Namun menurut pemko, pagar besi tersebut tidak lagi efektif sebab pedagang sudah menjebolnya.

Tembok sepanjang sekitar 60 meter dengan tinggi 2 meter itu pun akhirnya rampung dibangun setelah memasuki awal tahun 2017.

Namun kemudian realita di lokasi tersebut, masih terhitung beberapa minggu setelah selesai dibangun para pedagang sudah kembali beraktifitas di dalam kawasan Taman Bunga. Siapa pun masyarakat yang melintas bisa melihat bahwa aktifitas pedagang di dalam Taman bunga sudah kembali berlangsung. Pedagang sudah kembali memajang tikar dan kursi-kursi di atas hamparan rumput.

Sebenarnya, di tahun 2015 lalu, saat rencana pemko akan membangun tembok itu tersiar ke publik, sudah terdengar sejumlah masyarakat yang mengkritik rencana tersebut.

Menurut mereka membangun tembok di tengah-tengah kota yang notabene adalah taman kota, juga menjadi masalah yang serius dari sisi estetika. Dari sisi filsafat, beberapa mengganggap tembok sebagai simbol arogansi sehingga dianggap tidak perlu untuk dibangun. Belum lagi soal harga proyek pembangunan tembok itu yang dianggap sangat layak untuk dikoreksi.

Namun riak-riak kritikan ini tidak pernah menjadi tema pembahasan di forum-forum yang serius.

Simbol lunturnya wibawa pemko?

Sikap membangun tembok yang menjadi wujud reaksi pemko atas pelanggaran Perda yang dilakukan pedagang, dianggap bukanlah hal yang seharusnya dilakukan. Sebab pemko sudah memiliki “alat” untuk penegakan Perda yang secara kedinasan menjadi tanggungjawab Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Meski diakui hal ini terkadang menjadi sesuatu yang tidak gampang.

“Kalau begitu logikanya, maka setiap ada yang dilarang Perda (maka) kita akan membangun tembok. Dilarang berdagang di kaki lima, maka dibangunlah tembok. Dilarang membuang sampah di sini, maka dibangunlah tembok di sini. Maksudku, pemko jangan menyerahkan penegakan Perda kepada tembok, itu bisa menjadi simbol kelemahan pemko dalam menegakkan Perda” ujar Imran Simanjuntak, seorang pengamat sosial di Kota Siantar, Rabu malam (20/4/2017).

Menurut Imran yang juga sebagai dosen di STAI SAMORA, yang seharusnya dilakukan pemko terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran terhadap Perda adalah upaya-upaya penyadaran dan pendisiplinan. Meski diakuinya, dalam kondisi tertentu hal ini menjadi sesuatu yang tidak selalu mudah sebab membutuhkan adanya wibawa.

“Yang harus dilakukan Pemko adalah membangun kesadaran para pedagang untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang. Dibangun pun tembok tanpa ada usaha penyadaran terhadap pedagang, itu akan gagal. Tapi tentu kemampuan menyadarkan pihak lain harus disertai adanya wibawa dari pemko. Tanpa itu memang akan sulit sekalipun mengeluarkan dana yang sangat besar,” jelasnya. [nda]

Tags: Imran SimanjuntakLukas BarusPenegakan PerdaTaman Bunga SiantarTarukim SiantarTembok Taman Bunga
Share8TweetPin

Related Posts

PKB menargetkan penguatan basis kader di Simalungun. Hal itu diharapkan lewat peningkatan peran PKB dalam isu-isu lokal, dan kolaborasi dengan tokoh adat dan komunitas budaya.

Imran Simanjuntak Pimpin PKB Kota Pematangsiantar: Sinyal Kebangkitan PKB di Tanah Simalungun

by Redaksi
23/07/2026
0

...

Kecam Pembunuhan di Taman Bunga, Inteligensia Kristen Beri Tuntutan ke Polres dan Pemko Siantar

by Redaksi
21/06/2026
0

...

FASI XIII Sumut: Qur’ani, Kebangsaan, dan Jejak Kontribusi Lintas Agama dalam Peradaban Islam

by Redaksi
06/06/2026
0

...

STAI Samora Pematangsiantar Dukung Penuh Festival Anak Soleh Indonesia XIII

by Redaksi
15/05/2026
0

...

Tauhid Ekologis: Membaca Bencana Nusantara dan Pelajaran dari Dunia

by Redaksi
05/12/2025
0

...

Pemko Siantar Sosialisasi Fasilitas Pembiayaan Perumahan Khusus ASN dan PPPK

by Redaksi
14/11/2025
0

...

Pahlawan yang Hilang di “Negeri Korup”: Refleksi Hari Pahlawan dan Penistaan Nilai-Nilai Ketuhanan

by Redaksi
10/11/2025
0

...

Imran Simanjuntak.

Imran Simanjuntak dari Siantar Jadi Pimpinan Pusat ISNU: Langkah Strategis Menuju Kancah Nasional

by Redaksi
31/07/2025
0

...

Minggu Akhir Juni di Pusat Siantar: Sambut Pesepeda Kaldera Toba dan Jumpa di Kota

by Redaksi
29/06/2025
0

...

Dugaan KKN pada Toilet Taman Bunga Siantar Masih Berlanjut

by Redaksi
12/12/2024
0

...

Terkini...

Kontrak 30 Tahun Pengelolaan Taman Hewan Siantar Berakhir

08/08/2026

Manajerial Pemko Siantar: Puluhan Tahun Agendakan Nambah Lahan 573 Hektar, yang Terjadi Malah Hilang 405 Hektar

07/08/2026
Tampak keberadaan para pedagang di atas trotoar Jalan Jendral Sudirman. Trotoar yang luas yang dulunya dibangun untuk menegaskan estetika dan tempat jogging bagi masyarakat Siantar, meski fungsi utamanya adalah untuk pejalan kaki. (isiantar/nda)

Citra Siantar akan Berubah, Pedagang di Trotoar Pusat Kota akan Dilegalkan

06/08/2026

Gerakan 2.000 Pohon GAMKI Dimulai dari Siantar Timur

04/08/2026

Pecat Tiga Relawan Perempuan, Kepala SPPG Siantar Marihat Minta Maaf ke Wartawan

03/08/2026

Walikota Diwakili Sekda Jenguk Korban Longsor di Siantar

31/07/2026

Longsor di Siantar, 8 Orang Korban Luka-luka

31/07/2026

Pelatihan Calon Manajer Kopdes Berakhir

31/07/2026

Walikota Siantar Ajak Pengurus IDI Siantar – Simalungun Berkolaborasi Tingkatkan Layanan Kesehatan

31/07/2026

Sudarsono Sipayung Dilantik Jadi Kepala Disdukcapil

31/07/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In