isiantar.com – Jika Anda ditanya peralatan apa yang wajib dimiliki sebuah kelas belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), perangkat komputer akan pasti berada di urutan paling atas. Tetapi pada akhir Februari lalu gambar seorang guru yang mengajar di kelas TIK telah menjadi viral di dunia maya, sebab sekolah tersebut tidak memiliki komputer.
Guru tersebut bernama Richard Appiah Akoto (33), ia mengajar di Sekolah Menengah Pertama Betenase, Sekyedomase, yakni sebuah kota di negara Ghana.
Alih-alih menggunakan proyektor, Akoto hanya bermodal kapur dan papan tulis untuk mengajarkan bagaimana cara mengunakan komputer kepada murid-muridnya. Juga yang menarik, yang membuat orang-orang salut sekaligus kasihan, gambar yang dibuat Akoto sangat-sangat rinci.
Kondisi itu baru diketahui publik luas setelah Akoto mengunggah foto-foto dirinya saat mengajar di akun media sosialnya.
“Mengajarkan TIK di sekolah Ghana sangat lucu. ‘ICT on the board’. Saya menyayangi murid-murid saya, jadi saya harus melakukan sesuatu agar mereka mengerti,” tulis Akoto menyertai foto-foto tersebut.
(Lihat di sini: https://web.facebook.com/hottish.owura/posts/1948212815208114 )
Pada tahun 2011 lalu, pemerintah Ghana memang memperkenalkan serangkaian ujian nasional dimana mata pelajaran TIK ikut di dalamnya. Namun sekolah tempat Akoto mengajar belum juga memiliki komputer.
Postingan Akoto itu menyedot perhatian banyak orang. Salah seorang pengusaha di bidang teknologi yang akhirnya juga melihat postingan Akoto tersebut, men-tweet akun twitter perusahaan Microsoft, membujuk perusahaan tersebut agar memberi bantuan ke sekolah tempat Akoto mengajar karena situasinya dianggap cukup memprihatinkan.
Dan, ternyata, Microsoft pun merespon. Perusahaan ini berjanji untuk mengirimkan perangkat komputer melalui salah satu mitra mereka. Tidak hanya itu, mereka juga menawarkan akses program MCE dan pelatihan gratis.
Supporting teachers to enable digital transformation in education is at the core of what we do. We will equip Owura Kwadwo with a device from one of our partners, and access to our MCE program & free professional development resources on https://t.co/dJ6loRUOdg
— Microsoft Africa (@MicrosoftAfrica) February 27, 2018
Lalu, bagaimana Akoto si ‘guru yang luar biasa’ merespon semua perhatian yang besar dan tiba-tiba ini?
“Ini bukan kali pertama saya menggambar (seperti itu). Saya selalu melakukan itu setiap kali saya masuk kelas,” kata Akoto kepada salah satu media lokal di sana. “Saya juga suka posting gambar di Facebook jadi saya hanya berbagi saja. Saya tidak tahu itu akan menarik perhatian orang seperti itu,” ucapnya mengakhiri.
Editor: feb



















