Siantar — Karena takut jumlah mahasiswanya akan berkurang, perguruan tinggi swasta di kota Siantar menolak rencana Pemko untuk mendirikan universitas negeri.
Penolakan itu mereka sampaikan kepada tim penyusun studi kelayakan pendirian universitas negeri, yang sudah beberapa kali menemui mereka dalam rangka penyusunan studi kelayakan tersebut.
“Kalau kita tanya universitas swasta mereka keberatan, mereka takut siswa mereka berkurang,” kata pejabat Bappeda yang ikut menyusun studi kelayakan tersebut kepada Komisi III DPRD Siantar, dalam rapat di Gedung DPRD, Rabu (22/7/2020) lalu.
Pejabat Bappeda yang hadir untuk mendampingi Kepala Bappeda Hamam Soleh di rapat itu juga megungkap bahwa Bappeda sudah beberapa kali membuat studi kelayakan serupa dan mengajukannya ke Kopertis di Medan. Namun hingga 2019 lalu, pihak Kopertis masih menolak usulan pendirian universitas negeri yang mereka ajukan.
Merespon apa yang disampaikan pejabat Bappeda tersebut, Anggota Komisi III, Astronout Nainggolan, menilai ada yang salah dalam pola yang ditempuh Bappeda untuk merealisasikan harapan hadirnya universitas negeri di kota ini.
Menurut Astronout, yang seharusnya dilakukan Bappeda bukanlah membuat studi kelayakan untuk diusulkan ke kopertis, tapi membuat proposal untuk diajukan ke pemerintah pusat.
“Maksud kajian ini menurut saya tidak tepat sasaran. Tidak perlu pun ditanya, saya kira perguruan tinggi swasta sudah pasti mereka akan menolak.
Kalau saya lebih tepat bukan kajian, Lebih tepat saya kira proposal saja disusun untuk membangun perguruan tinggi (negeri) karena kita memang butuh kali itu,” kata Astronout.
Terkait sikap penolakan yang ditunjukkan perguruan tinggi swasta, hal itu menurut Astronout reaksi logis dari aspek bisnis. Dan penolakan itu bukan sesuatu yang perlu ditekankan di dalam rapat, apalagi di dalam naskah studi kelayakan.
Bahkan jika dilihat di sisi lain kata Astronout, perguruan tinggi swasta di Siantar sesungguhnya membutuhkan kehadiran universitas negeri untuk menciptakan iklim kompetisi, yang akan mendorong peningkatan kualitas perguruan-perguruan tinggi swasta tersebut.
Maka Astronout berharap Bappeda segera menyusun proposal itu sebaik dan semenarik mungkin, agar universitas negeri segera berdiri di kota ini. [nda]
Baca juga:
Tempat Tinggal Tak Masuk Peta, Belasan Warga Siantar Tak Diterima Sekolah Negeri




















