isiantar.com – “Kalok dari awal (sebelum bazaar dimulai) dibilang bongkar, barang kami tidak masuk, uang tidak masuk 13 juta ke sini, Bu. Kutinggalkan anakku di rumah supaya bisa aku cari makan di sini. 13 juta ini, 13 juta stand ku ini, harusnya (sesuai kesepakatan dengan panitia) sampai tanggal 24 (Juni), ini belum lebaran, belum malam takbiran, udah bongkar.”
Demikian teriakan salah seorang pedagang yang mengenakan daster berwarna merah ke puluhan personil Satpol PP yang mulai melakukan pembongkaran dengan memotong tali tenda salah satu stand bazaar di halaman GOR, Jalan Merdeka, Rabu sore (13/6/2018) sekitar Pukul 15.00 WIB.
Suasana sore di lokasi bazaar yang awalnya sunyi dengan hanya beberapa pedagang diantara stand-stand yang belum dibuka, dalam tempo singkat tiba-tiba ramai setelah mengetahui kedatangan Satpol PP pada sekitar Pukul 14.00 WIB. Seolah diberitahu temannya, satu per satu pedagang berdatangan, dan sekitar 45 menit kemudian, mereka sudah ramai berkerumun dan mengambil posisi berhadap-hadapan dengan Satpol PP.
Satpol PP sempat memerintahkan agar salah satu stand yang posisinya persis di atas badan jalan dalam kawasan GOR, agar dibuka sendiri oleh pemiliknya. Perintah itu dituruti. Namun, saat kemudian Satpol PP memotong salah satu tali tenda stand yang lain, pedagang yang sudah ramai langsung menghalangi dengan cara mengerumuni dan meneriaki.
Pedagang yang ditambah warga sekitar GOR yang jumlahnya lebih banyak tampak membuat tim Satpol PP menjadi pasif. Warga yang ikut bergabung itu disebut-sebut sebagai pihak yang menjadi pengelola parkir selama bazaar berlangsung sejak 28 Mei lalu.
Satpol PP sempat berulang menjelaskan posisi mereka yang diperintahkan untuk perintah pembongkaran tersebut, namun hal itu membuat pedagang semakin gesit meneriaki dan memaki mereka.
Pedagang yang mengenakan daster juga terus berteriak. dengan suara lantang ia menjelaskan posisinya yang sudah menyerahkan uang kontrak ke pihak panitia bazaar. “Aku mau bongkar kalok dibalikkan uangku 13 juta, cemmana? Balikkan uangku 13 juta, ini (stand ku) sekarang juga kubongkar, cemmana?” Tantangnya ke personil Satpol PP.
Sementara oknum yang disebut-sebut sebagai pihak panitia bazaar, menurut pedagang, saat itu sedang tidak berada di tempat itu, demikian juga pihak dari lembaga-lembaga yang disebut-sebut berasosiasi dengan pantia dalam menggelar bazaar tersebut.
(Baca juga: Sebut Kisruh Bazaar Akibat Konspirasi, JPKP Desak Fatimah Terbitkan Rekomendasi)
Akhirnya perlawanan yang gesit itu tampak membuat tim satpol PP memilih mundur beberapa meter, yakni ke sisi gerbang GOR bagian luar. Dan sekitar Pukul 17.00 WIB, Satpol PP menggembok gerbang tersebut untuk menutup akses ke kegiatan bazaar. [nda/aan/ry]




















