Siantar — Hilangnya burung Wakil Walikota Pematangsiantar, Herlina, dari rumah dinasnya, yang diketahui publik lewat konten curhat yang dipublikasi Herlina sendiri di akun media sosialnya, menjadi bahan guyonan dalam rapat kerja antara PD Pasar Horas Jaya dengan Komisi II DPRD Siantar, Jumat (12/9/2025).
Guyonan itu terlontar saat Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Bolmen Silalahi, tengah memaparkan konsep direksi untuk menghidupkan pasar tradisional di tiap kecamatan, yang selama ini tidak berfungsi.
Bolmen mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan pasar-pasar itu untuk dijadikan semacam tempat hajatan atau tempat pesta yang disewakan.
Konsep lain yang dipertimbangkan adalah, menjadikannya sebagai pasar yang menjajakan komoditas yang spesifik, semisal pasar burung.
“Kalau di Jawa saya ingat dulu ada pasar burung. Dimana pun tempatnya pasar burung itu, orang akan cari,” ujar Bolmen.
Persis saat Bolmen mengatakan itu, salah seorang Anggota Komisi II, Darson Rajagukguk, menyeletuk, “Karena bisa mengganti yang hilang burung (Wakil) Walikota kan?” Sela Darson.
Celetukan itu sontak memantik gelak tawa Komisi II pun jajaran direksi dan staf PD Pasar Horas Jaya.
Konten hilangnya sangkar burung dari rumah dinas yang diunggah Herlina, memang menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat.
Sebagian kalangan berpendapat, jika pernyataan Herlina di kontennya itu benar bahwa dia mengetahui siapa dan alamat pelakunya, sebagai pemimpin harusnya Herlina mengambil langkah yang relevan, ketimbang membuat konten curhat yang justru membuat masyarakat mengkhawatirkan keselamatan sangkar burungnya masing-masing.
Turut hadir mendampingi Bolmen salam rapat ini Direktur Umum Yusrizal Lubis dan Direktur Operasional Evra Sassky Damanik. (nda)




















