Siantar — Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila, yang dipajang di tepi Jalan MH Sitorus, Pematangsiantar, tak lagi gagah. Patung bermaterial kayu ini sudah mulai lapuk, dengan satu sayap yang patah.
Patung Garuda ini menjadi pemandangan ironis pada Kamis, 1 Oktober 2020. Bukan hanya karena bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, tapi juga dikarenakan lokasinya persis di sebelah rumah dinas walikota.
Kondisi patung yang persis di tepi Bah Bolon ini bisa terlihat setiap orang yang melintas. Apalagi, cuma sekitar 20 meter di tepi yang sama tempat berdirinya patung, ada warung kopi yang disebut sekaligus camp tempat sekelompok pecinta alam.
Salah seorang warga, Chandra (37), meminta pejabat Forkopimda segera bersikap atas kondisi patung lambang negara tersebut. Agar keberadaan patung yang telah rusak di atas tanah yang sudah membelukar ini, tidak menjadi distorsi secara estetika dan juga bagi psikologis masyarakat kota ini.
“Kalau tidak diperbaiki ya dibongkar aja, karena kan sudah berbulan-bulan nampak kondisinya rusak seperti itu,” ungkapnya. [nda]





















