isiantar.com – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jan Posman Purba, mengaku suntuk dengan sedang berlangsungnya permeriksaan terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Simalungun Tahun 2016, oleh tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Pengakuan itu disampaikan Jan Posman dalam kalimat penolakannya untuk melayani permintaan wawancara dengan wartawan, pada Selasa siang (16/5/2017) di lokasi kantornya.
“Tunggu ini lagi suntuk, seminggu ini datang BPK ke sini. Minggu depanlah ya (wawancaranya), lagi pening ini,” ujar Jan Posman sambil berlalu.
( Baca juga: Kalau ada petani sukses, itu masih peran si petani itu sendiri )
Dari keterangan sejumlah ASN di Pemkab Simalungun, tim BPK RI memang sedang melakukan audit atas penggunaan APBD tahun 2016, sejak seminggu lalu.
Namun, menurut salah seorang pemerhati pemerintahan, Henry P SH, alasan yang dilontarkan pejabat Kepala Dinas Pertanian tersebut, justru berpotensi memunculkan kebingungan di masyarakat.
“Kenapa mesti pening dengan kedatangan BPK? Itu kan memang sudah jadi agenda rutin BPK, dan semua orang di pemerintahan pasti tahu itu. Kecuali ya memang kalau bentuk-bentuk kerja mereka tahun lalu sulit dipertanggungjawabkan, semisal ada pekerjaan yang tak sesuai mekanisme atau dokumen yang tak lengkap ” ujar Henry. [nda]














