Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Rabu, April 29, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Kalau ada petani sukses, itu masih peran si petani itu sendiri…

by Redaksi
25/03/2017
in Fokus, Peristiwa
0
Ketua Komisi II DPRD Simalungun, Umar Yani

Ketua Komisi II DPRD Simalungun, Umar Yani

Share on FacebookShare on Twitter

isiantar.com – Sebagai daerah agraris yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, ternyata di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sektor pertanian belum menjadi sektor yang menjanjikan untuk memberi kesejahteraan.

Hal itu disebabkan berbagai faktor. Namun, bila dirunut, masalah-masalah yang merudung sektor pertanian di daerah ini merupakan turunan dari belum maksimalnya kinerja aparatur serta kurangnya alokasi anggaran.

Demikian dikatakan Ketua Komisi II DPRD Simalungun, Umar Yani, yang diwawancarai isiantar.com, pada Kamis siang (23/3/2017), di kompleks Gedung DPRD Kabupaten Simalungun.

Menurut Umar Yani, dari sudut politik anggaran, jika dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan pemkab kepada sektor-sektor yang lain, sejauh ini pemkab memang masih terlihat memberi perhatian kepada sektor pertanian.

Namun, bila dicermati dengan lebih kritis — mengacu fakta bahwa Kabupaten Simalungun adalah daerah agraris yang mayoritas penduduknya hidup bertani — maka anggaran yang dialokasikan selama ini belumlah mencukupi. Apalagi pasca dilakukannya penggabungan beberapa dinas baru-baru ini, sebab dampaknya membuat anggaran untuk sektor pertanian jadi berkurang.

“Kenapa kita bilang kurang? Karena ada beberapa dinas yang digabungkan jadi satu ke Pertanian. Contoh,  Perkebunan dan Peternakan sekarang kan digabung dengan Pertanian, jadi anggaran (untuk Pertanian)-nya berkurang,” kata Umar Yani.

Mengenai masalah teknis di lapangan, daerah ini kata Umar Yani masih tetap pada persoalan klasik. Yakni belum tertibnya pola masa tanam serentak. Dan salah satu penyebab lekatnya persoalan itu adalah belum maksimalnya personil Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam menjalankan fungsinya.

“Yang kita sayangkan, ketegasan untuk membuat pola tanam itu tertib, khususnya untuk tanaman padi, kayaknya belum juga tegas, belum serempak aparat ini termasuk PPL dan lain-lain mengkondisikan pemikirannya untuk pola tanam tertib tanam itu. Karena banyak di beberapa daerah tertentu ‘compang-camping’ pola tanamnya itu.  Yang ini udah tanam padi, yang ini belum, sehingga hama tikus juga banyak,” bebernya.

Soal adanya warga yang sukses dari bertani, Umar Yani mengakui ada beberapa petani yang bisa dikatakan berhasil. Namun demikian, peran dari pemerintah masih harus dipertanyakan atas keberhasilan tersebut.

“Petani ini berhasil karena (hasil) eksperimen-eksperimennya, percobaannya yang dilakukan itu petani. Maunya kan jangan begitu, maunya petani itu menanam yang sudah berhasil dari (hasil uji coba) pemerintah. Tapi ini kan rekayasa mereka (petani) semua. Tidak ada ‘ini bibit padi bagus dari pemerintah’, tidak ada begitu,” bebernya.

Alih fungsi lahan ancam ketahanan pangan

Hal lain yang menjadi pemikiran serius Umar Yani, yang ia harapkan juga segera disikap dengan serius oleh pemkab, ialah tentang banyaknya lahan persawahan yang beralih fungsi seperti menjadi kawasan perumahan, gudang, dan pabrik.

Beberapa lahan sawah dimaksudnya adalah lahan sawah irgasi teknis yang oleh undang-undang secara tegas dilarang dialihfungsikan. Mirisnya, lahan yang saat ini diduga telah dialihfungsikan adalah lahan terbuka yang bisa dilihat masyarakat dengan mudah setiap saat.

“Contoh itu pabrik yang mau ke simpang dua kan, kita gak tau koq bisa berdiri dia di situ? RTRW gimana, koq bisa berdiri di situ?” tukas Umar Yani yang menurutnya peralihan fungsi seperti itu seharusnya tak boleh terjadi.

Lepas dari peralihan fungsi tersebut yang kemudian itu telah menjadi domain hukum, ke depan, ia berharap pemkab membuat program yang antisipatif untuk hal seperti itu. Misalnya dengan memperbaiki sarana dan pra sarana sektor pertanian.

“Jadi kita harapkan pemerintah harus memaksimalkanlah sarana pertanian, untuk irigasinya, sehingga tidak ada celah bagi petani ‘macam mana tidak ada air koq, kita daratkanlah, kita tanam ini, tanam sawit, tanam ini’, kan gitu. Faktor-faktor itu juga. Termasuk kalau padi sawah, itu bibit padinya harus bagus. Kita tahu sekarang bibit padi itu semua rusak,” katanya.

Penambahan anggaran juga dianggap penting untuk menambah jumlah personil PPL dan pengadaan Demplot (Demonstration Plot)  sebagai lahan untuk uji coba pertanian. Hasil uji coba atau eksperimen di Demplot tersebut nantinya diharap bisa jadi contoh untuk diajarkan PPL kepada petani. [nda]

Tags: Pembangunan SimalungunPertanian SimalungunUmar Yani
Share33TweetPin

Related Posts

Aneh, Bantuan Pusat Diklaim RHS Bagian dari Kartu SiKerja

by Redaksi
18/09/2024
0

...

Lokasi pipa distribusi yang bocor akibat pergeseran tanah, Kamis (18/4/2019). (isiantar/nda).

Perbaikan Pipa Bocor di Jembatan USI, Besok Air Mati Seharian di Dua Kecamatan

by Redaksi
19/07/2019
0

...

Ilustrasi kerusakan pipa.

PDAM Kerja Cepat Perbaiki Pipa Pecah di Simpang Dua

by Redaksi
25/03/2019
0

...

Bangunan Pasar Tozai Baru yang akan segera dibuka.

Pasar Tozai Baru Segera Dibuka, Jika Berniat Punya Kios Ini Syaratnya

by Redaksi
20/03/2019
0

...

Anggiat Sinurat (kanan) mengenakan kemeja biru, di sampingnya dr Sarmedi Purba (tengah), dan Pdt Saut Sirait (kiri), dalam sebuah acara dialog publik di Hotel Sapadia, Sabtu (23/3/2019). (isiantar/nda).

Soal Utang PD PAUS, Anggiat Sinurat Minta Walikota Lakukan Ini

by Redaksi
08/08/2019
0

...

Kerumunan warga di dalam Kantor Dinas Capil Kabupaten Simalungun, Rabu sore (23/1/2019). (isiantar/nda).

Di Raya, Listrik Padam Hampir Seharian sambil Menunggu KTP yang Tak Kunjung Selesai

by Redaksi
24/01/2019
0

...

Lingkungan Eks Kantor Bupati Simalungun Jadi Tempat Penumpukan Sampah

by Redaksi
08/01/2019
0

...

Mobil tangki PDAM Tirtauli sedang mendistribusikan air ke rumah-rumah warga di Rambung Merah, Senin (29/10).

Pipa Patah Akibat Proyek Parit, Pasokan Air Ke Karang Bangun Putus Total

by Redaksi
29/10/2018
0

...

(Kanan) Petugas PDAM Tirtauli Perbaiki Kerusakan pipa, (kiri) warga mengambil air yang didistribusikan mobil tangki, Sabtu (6/10).

Proyek Parit Rambung Merah Rusak Pipa Air Ke Rumah Warga

by Redaksi
07/10/2018
0

...

Wakil Bupati Amran Sinaga (paling kiri) bersebelahan dengan Ketua DPRD Johalim Purba, foto bersama setelah menerima LHP LKPD 2017 di Kantor BPK Perwakilan Sumut, Kamis (24/5).

LHP LKPD Simalungun 2017 Disclaimer

by Redaksi
09/12/2018
0

...

Terkini...

Pemko Siantar Sidak Harga Minyakita di Pasaran

28/04/2026

Pemko Siantar Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah

28/04/2026

Walikota Siantar Jadi Tuan Rumah Perayaan Paskah Keluarga Besar Silalahi

28/04/2026

Dihibur Faris Adam, Ribuan Masyarakat Penuhi Konser Pesta Rakyat HUT Siantar

27/04/2026

Pemko Siantar Peringati Hari Bumi dengan Aksi Bersih Sungai

27/04/2026

Ratusan Peserta Fun Run 7K Hari Jadi Siantar

27/04/2026

Disaksikan Ribuan Orang, Karnaval HUT Siantar Berlangsung Meriah

27/04/2026

Rangkaian HUT ke-55: Forkopimda berziarah ke Jorat Raja Siantar

27/04/2026

Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik Digelar di Masjid Raya

27/04/2026

Perayaan HUT ke-155: Siantar Rumah Kita

25/04/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In