isiantar.com – Belum adanya nama yang diusulkan Partai Demokrat sebagai pengganti almarhum Hulman Sitorus, membuat sejumlah figur melakukan manuver untuk masuk ke dalam bursa calon pendamping Hefriansyah yang direncanakan dilantik 22 Februari nanti.
Tak ayal, realita itu membuat Tim 9 yang merupakan tim inti pemenangan pasangan Hulman Sitorus – Hefriansyah bereaksi; dalam bingkai demokrasi itu sah-sah saja, namun secara etika politik Tim 9 “menggugat” manuver tersebut.
Kuasa Hukum Tim Manis, Sepriandi Saragih, yang juga merupakan bagian dari Tim 9, menilai yang pantas untuk menggantikan Almarhum Hulman Sitorus untuk mendampingi Hefriansyah ialah harus bagian dari keluarga almarhum sendiri.
“Secara etis, secara etika, yang menjadi wakil bukan orang luar, bukan orang lain, tetapi adalah dari keluarga almahum sendiri. Siapa itu? Ibu (istri Hulman Sitorus) atau Togar Sitorus. Karena kemenangan ini adalah kemenangan Hulman Sitorus, tetapi Tuhan berkehendak lain, beliau langsung meninggalkan kita semua, rencana Tuhan kan kita tidak tahu ya, hidup ini kan teka-teki, kan begitu?
Oleh karena itu perjuangan beliau harus dilanjutkan oleh Hefriansyah wakil kita sekarang, dan juga nantinya dari keluarga Almarhum, itu harapan kita secara etika,” ujar Sepriandi, Minggu sore (19/02/2017).
Merespon geliat manuver dari sejumlah figur untuk menjadi pendamping Hefriansyah, Sepriandi menganggap sebagai hal yang lumrah.
“Apabila ada orang-orang lain yang muncul di luar dari pada nama yang saya sebutkan itu hal yang wajar-wajar saja itu, lumrah-lumrah aja, namanya dinamika politik, yang terekam kan seperti itu? Kalau tidak seperti itu tidak berwarna kita nanti. Tapi intinya mari kita bangun pola perpolitikan yang santun dan beretika di kota ini. Kalau emang bukan bagian kita, ngapain harus kita ributin. Kalau bukan kita di situ ngapain kita harus paksakan diri untuk ke situ? Gak wajar, dong,” ungkapnya.
Togar Sitorus yang dimaksud Sepriandi ialah kader Partai Demokrat yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Pematangsiantar. Secara Patrilineal, ia masih merupakan anak dari almarhum Hulman Sitorus.
Ditanya siapa yang lebih mereka majukan antara istri almarhum dengan Togar Sitorus untuk menjadi pendamping Hefriansyah, Sepriandi menjawab semuanya ia serahkan kepada keluarga almarhum.
“Antara Ibu dengan Togar,saya rasa sama-sama bagus, ‘sebelas duabelas’ itu. Terserah kepada keluargalah siapa yang mereka majukan. Tetapi intinya, secara etika tadi saya katakan, itu adalah bagian kewenangan atau pun hak dari keluarga almarhum Hulman Sitorus. Tapi semua terpulang kepada Partai Demokrat,” tandasnya.
(nda)




















