isiantar.com – Sejak awal menjalankan bisnis kuliner jenis Kebab di Siantar, Kebab Marbee sudah beberapa kali berpindah lokasi. Di mulai di sekitar Lapangan Adam Malik, pindah ke kawasan Jalan Kartini, lalu ke beberapa tempat lain.
“Awal pindah tentu saya takut juga kehilangan pelanggan. Tapi rupanya di tempat baru tetap ramai pembeli. Pelanggan saya yang dari tempat sebelumnya juga datang ke tempat baru. Entah dari mana mereka tahu lokasi saya yang baru,” ujar Febry, pemilik outlet Kebab Marbee kepada isiantar.com, sambil tersenyum.
Saat ini sudah hampir dua tahun Kebab Marbee beroperasi di Jalan MH Sitorus, tepatnya di depan Cafe Hitam Putih. Outlet Kebab Marbee mulai buka jam 3 sore hingga jam 12 malam.
Amatan isiantar.com, outlet ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Disebabkan proses penyajian Kebab bukan hal yang cepat, maka pemandangan antrian pembeli juga lazim terlihat di sini.
Pembeli datang dari semua kalangan. Dari kalangan anak sekolahan ‘seragam putih-merah’ sampai orang tua. Meski jika lebih diamati, para konsumen itu lebih didominasi kawula muda.
Apa resepnya bisa memiliki pelanggan seramai itu? Menurut Febry yang terpenting ialah menjaga kualitas rasa. “Ya menjaga kualitas dari bahan-bahan yang digunakan itu yang penting. Menjaga kualitas rasa. Juga harus tahu cara berkomunikasi yang baik dengan pembeli. Kalau soal bagaimana penyajiannya, kan konsumennya bisa lihat semua prosesnya di sini,” terangnya.
Kebab Marbee memiliki lima variabel harga; Rp 12 ribu untuk ukuran kecil, Rp 14 ribu Medium, Rp 16 ribu Besar, Rp 20 ribu Spesial, dan Rp 28 ribu Komplit (All In One Marbee).
Weny, salah seorang pelanggan tetap Kebab Marbee menyebut ada yang khas dengan Kebab Marbee. Dan itu membuatnya menjadi pelanggan tetap. “Rasanya mewah. Saya udah coba banyak outlet Kebab, tapi Kebab di sini rasanya mewah, gurih, enak” ujar Weny diikuti tawa.


Selain Kebab sebagai menu utama, kebab Marbee juga memiliki menu lain yang cara penyajiannya hampir mirip. Yaitu, HotDog dan Burger. [nda]
















