isiantar.com – Kebab adalah salah satu jenis fast food (makanan cepat saji) asal timur tengah yang berhasil mendunia. Rasanya yang khas nikmat dan gurih, dengan cepat menyebar kebelahan Eropa, Amerika dan juga Asia.
Bahan khas membuat Kebab adalah daging sapi yang telah digiling-diolah-kemudian-dipanggang dengan alat pemanggang yang berputar. Disajikan dalam gulungan tortilla (torti-ya). Isinya terdiri dari sayuran seperti tomat, mentimun, selada, bawang bombay dengan tambahan saus sambal dan mayonaise. Diproses melalui tiga tahapan; pencampuran bumbu, pencetakan dan pemasakan.
Di Indonesia, Kebab mulai menjadi tren sekitar tahun 2007. Di Siantar, mulai masuk di tahun 2011 dan sekarang ini tengah booming.
Terpantau sudah ada belasan outlet penjual Kebab di Siantar. Diantaranya berada di sekitar Jalan Merdeka, Jalan Soa Sio dan Jalan Sutomo.
Salah satu outlet Kebab yang ada — dan termasuk paling ramai dikunjungi pembeli — ialah Kebab Marbee, yang beralamat di depan Cafe Hitam Putih, Jalan MH Sitorus. Juga bisa dibilang, outlet ini juga merupakan perintis bisnis Kebab di kota ini.
“Dari sisi visual, salah satu keunikan penyajian Kebab ada pada alat pemanggangnya. Bentuknya khusus. Biasanya pembeli juga jadi tahu tempat itu jualan Kebab hanya dari terlihatnya alat panggang itu,” ujar Febry Soerianata, pemilik outlet Kebab Marbee.

Febry sudah memulai bisnis Kebab di Siantar sejak tahun 2011. Menurut pria yang pada dasarnya menyukai hal kuliner ini, Kebab termasuk jenis makanan yang cocok bagi lidah orang Indonesia. Terbukti meski harganya terbilang mahal untuk jenis makanan yang bisa dimakan sambil jalan, bisnis Kebab bisa dengan cepat menjamur dan memiliki banyak konsumen.

Bahkan outlet Kebab Marbee milik febry, kini sudah tidak lagi sekadar outlet yang stay menunggu pembeli. Sebab sudah beberapa kali outlet Kebab Marbee diminta mengisi stand di pesta-pesta sebagai hidangan khusus bagi tamu. [nda
















