isiantar.com – Proses pengolahan cemilan khas orang Batak ini cukup sederhana tapi unik. Keunikan berada pada cara dan alat yang digunakan.
Untuk membuat Rondang, jagung — yang sudah dijemur hingga keras seperi batu — dimasukkan ke dalam wadah berbentuk bola berdiameter 25 cm yang terbuat dari baja.
Wadah ini khusus. Memiliki lubang kecil yang bisa di buka-tutup untuk akses masuk-keluar jagung. Di sisi belakangnya menempel sebuah besi berbentuk lingkaran mirip setir mobil, yang fungsinya sebagai genggaman saat memutar-mutar wadah.

Setelah jagung dimasukkan ke wadah, lalu wadah dipanasi dengan api kompor yang diletakkan tepat di bawah wadah. Agar panasnya merata, wadah pun diputar perlahan-lahan dengan setir tadi.
Proses memanasi jagung ini dilakukan sekitar 12 menit.
Selanjutnya, ke dalam wadah diberi tekanan sebesar 14 bar. Akibat tekanan ini, saat lubang wadah dibuka, jagung-jagung dalam wadah akan meledak (mengembang) dan langsung terlempar keluar seperti peluru meriam.
Lemparan dari wadah itu langsung masuk ke dalam goni penampung yang sudah dihubungkan dengan lubang wadah.

Semua proses pembuatan cemilan Rondang adalah alami. Alias tak memakai bahan pengembang atau pengawet.
Jumlah jagung yang dimasukkan ke wadah untuk setiap kali proses adalah seberat 1,5 kilogram. Setelah melewati proses dan menggembang, bila ditakar jagung akan menjadi sebanyak 1 kaleng atau sekitar 20 liter.

Prosesnya belum selesai sampai di situ. Jagung yang sudah mengembang tadi selanjutnya diayak sekitar 2 menit supaya bersih. Lalu dimasukkan ke dalam kuali untuk dicampur dengan gula putih.
Proses mencampur gula biasa dilanjutkan-sekaligus dengan memberi pewarna yang biasanya merah. Atau alami saja tanpa pewarna. Dan Rondang pun telah jadi dan siap untuk disantap.

[nda]
















