Siantar — Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Kusdianto, pada Jumat siang sekitar Pukul 11.41 WIB mengunggah foto disertai keterangan di status aplikasi WhatsApp (WA) miliknya. Status WA itu kemudian menjadi polemik karena adanya penggunaan kata “pribumi” di dalamnya.
Sebagian masyarakat menilai, penggunaan kata pribumi pada status WA Kusdianto tersebut kurang arif. Karena dengan diksi itu status itu terkesan lebih pada penekanan soal perbedaan identitas. Apalagi mengingat saat ini pemerintah dan semua elemen masyarakat fokusnya adalah pada penuntasan persoalan yang disebabkan pandemi Covid-19.
Kusdianto yang kemudian diminta tanggapannya mengenai timbulnya polemik oleh status WA-nya tersebut, pada Jumat sore, menjawab, dirinya tidak bermaksud apa-apa lewat status WA-nya itu. Lebih lanjut dia berkata, bahwa, dirinya juga berharap ke depan kita-kita ini ada yang bisa jadi distributor. Dan cuma itu, tanpa ada niat yang terlalu jauh.

Informasi diperoleh menyebutkan, pada Jumat pagi, sebelum Kusdianto membuat status WA tersebut, Kusdianto bersama walikota Hefriansyah dan sejumlah pejabat lainnya melakukan kunjungan ke beberapa distributor dalam rangka pemantauan harga bahan pangan. Dan gambar latar pada foto status WA Kusdianto itu, merupakan salah satu gudang distributor yang turut dikunjungi.
Oleh karena itu sebagian masyarakat menjadi penasaran mengapa dari kegiatan pemantauan tersebut hal yang kemudian dimunculkan Kusdianto lewat status WA-nya cenderung pada identifikasi jati diri para distributor tersebut, tentang apakah mereka pribumi atau bukan.
Hal itu dinilai tidak pantas dicuatkan oleh seorang pejabat publik, sekalipun kondisi masyarakat saat dalam situasi normal alias tanpa pandemi atau sejenisnya.
Sayangnya, ketika diminta konfirmasi lebih lanjut dari Kusdianto, termasuk penjelasan soal aspek yang menyebabkan dirinya sedih seperti dia isyaratkan pada status WA-nya tersebut, sebab mengingat bahwa pilihan jenis bisnis yang dijalani adalah pilihan bebas masing-masing warga, hingga berita ini diterbitkan Kusdianto belum juga menjawabnya. [nda]
Baca juga:



















