Home Fokus Diangkat Jadi Plh Sekda, Kusdianto: Aku sebenarnya tak tertarik jabatan ini, tapi...

Diangkat Jadi Plh Sekda, Kusdianto: Aku sebenarnya tak tertarik jabatan ini, tapi karena Mas Soleh Cs

SHARE
Kusdianto duduk di tengah diapit oleh Zainal Siahaan (mengenakan batik) dan Hamam Soleh (kemeja biru) saat temu ramah dengan wartawan di Cafe Monalisa, Jumat (27/9/2019). (isiantar/nda).
Siantar — Kusdianto, pejabat yang diangkat walikota Pematangsiantar menjadi Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) untuk menggeser posisi sekda sebelumnya Budi Utari — yang kini ditempatkan menjadi staf di kantor Satpol PP — mengatakan, dia sebenarnya sudah tidak tertarik dengan jabatan Sekda.
Hal itu disampaikan Kusdianto dalam acara temu-ramah dengan puluhan wartawan dari sejumlah media, Jumat (27/9) sore, di Cafe Monalisa Jalan Ateleri no 8 Kelurahan Bukit Sofa.
Ketidak-tertarikannya dengan jabatan Sekda itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan wartawan tentang apa sebenarnya yang menyebabkan Budi Utari diganti.
“Aku gak ngikutin ke sana, aku lebih enjoy-nya kemarin di (dinas) Pariwisata. Aku jujur ya, kalau gak ada mas Soleh (Hamam Soleh, Kabag Humas Pemko) dan lain-lain, aku sebenarnya udah gak tertariknya dengan jabatan ini. Dengan seiring usia, kita udah gak tertariknya. Aku kemarin udah mengundurkan diri, ini kemarin ini, begitu ada tekanan rame-rame aku udah mengundurkan diri. Tapi Mas Soleh Cs ‘sayanglah pengalaman itu, Pak’ katanya,” ungkap Kusdianto.
Poin perihal ketidak-tertarikannya dengan jabatan sekda yang diungkapkannya ketika menjawab pertanyaan wartawan itu, merupakan yang kedua-kalinya dia ungkapkan dalam temu-ramah tersebut.
Yang pertama, ketika acara baru dibuka dan Kusdianto berbicara mengawali pertemuan, Kusdianto sudah mengawalinya dengan mengatakan bahwa ia sudah sempat menolak jabatan tersebut.
Namun lagi-lagi, dia menyebut-nyebut nama Hamam Soleh hingga kemudian dia menerima jabatan itu.
“Aku ini sebenarnya ini, Mas Soleh sebagai saksi hidup, apa itu, hanya menjalankan amanah ajanya perintah daripada SK itu. Sebenarnya, ini Mas Soleh dengan kawan-kawan, aku tolaknya ini semuanya kemarin. Aku tolak. Tapi karna mungkin beliau (walikota Hefriansyah) punya pandangan sendiri, penilaian sendiri, ya okelah. Tapi Waktu awal kemarin diserahkan, kutolak. Karna kita juga menjaga yang lain. Kebetulan dengan pak sekda (sebelumnya) Budi Utari aku kawan baik. Kawan baik kami,” kata Kusdianto.
Acara temu-ramah ini turut dihadiri Hamam Soleh dan Kepala BKD Zainal Siahaan yang duduk berderet dengan Kusdianto.
Kusdianto ke Wartawan: Tak usah melihat ke belakang
Cerita tentang proses dimana dia sempat menolak SK pengangkatan untuk menjadi Plh Sekda, dan pengakuannya tentang perkawanan baiknya dengan Budi Utari, menjadi semacam kata pengantar dari Kusdianto untuk memulai acara temu-ramah sore itu.
Dan sebelum mempersilahkan wartawan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya, Kusdianto menambahkan dengan mengajak wartawan untuk tidak lagi “melihat ke belakang”, yang ajakan itu dia sampaikan dalam semacam untaian kalimat bijak.
“Jadi itunya, apa nanti pertanyaan dari kawan-kawan, apa yang kita lihat ke depan, tak usah kita melihat kebelakang. Karna mata kita dikasih untuk melihat ke depan, ya, itu ajanya intinya,” katanya. [nda]

Baca juga:
Kometragedi Pilkada ke Pilkada di Siantar
Tiga Kisah tentang Hefriansyah
Bertahun Desakan Bongkar Tak Digubris Pemko Siantar, Tempat Ini Jadi Sumber Rumor Perempuan Muda dan Narkoba
Sekedar Mengingatkan Wisata di Danau Toba Sudah Pernah Jaya