isiantar.com – Sudah dua pekan proyek pembangunan parit di Jalan Haji Ulakma Sinaga, Nagori Rambung Merah, Kabupaten Simalungun, mengakibatkan akses air bersih ke rumah warga sekitar jadi terganggu. Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut merusak pipa distribusi air milik PDAM Tirtauli.
Mengatasi hal itu petugas PDAM Tirtauli secara rutin mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air ke rumah-rumah warga guna memastikan warga tetap mendapatkan layanan air bersih.
“Kami juga menyarankan pelanggan supaya menampung air di saat air mengalir untuk persediaannya, kami juga memohon maaf, kami tidak ingin hal seperti ini terjadi,” ungkap Ikhwan Lubis, Humas PDAM Tirtauli, yang ikut memantau langsung pendistribusian lewat mobil tangki tersebut, Sabtu (6/10/2018), di Rambung Merah.
Dinas PU Simalungun Tak Koordinasi dengan Pihak PDAM
Durasi terganggunya akses air yang terbilang cukup lama diakui oleh Ikhwan Lubis. Bahkan ia tidak bisa memastikan kapan aliran air bisa normal seperti sebelumnya.
Ikhwan menyebut Dinas PUPR Simalungun sama sekali tak berkoordinasi dengan pihaknya untuk pengerjaan proyek dengan penggalian tanah yang cukup dalam itu. Alhasil, dampak dari penggalian hampir setiap hari terjadi kerusakan pipa.
Akibat ketiadaan koordinasi juga membuat pihaknya terpaksa membeli sendiri bahan yang dibutuhkan untuk memperbaiki tiap kerusakan, agar kerusakan tersebut bisa diantisipasi hari itu juga. Meski itu membuat tim teknis harus bekerja saban hari bahkan sampai tengah malam.

Arifin (44) salah seorang warga Rambung Merah mengaku cukup terganggu oleh dampak kerusakan tersebut. Dan ia memahami jika Dinas PUPR Simalungun sepatutnya terlebih dahulu berkoordinasi sebelum pengerjaan parit dilakukan. “Biar rusaknya tidak separah ini,” ujarnya.
Sementara Kadis PUPR Simalungun, Benni Saragih, yang akan dimintai keterangannya mengenai hal ini, belum berhasil dikonfirmasi. [nda]





















