Siantar — Semua elemen yang ada di kota Siantar diminta tidak melakukan hal tercela dengan membenturkan isu SARA atas situasi kontestasi pilkada yang tengah berlangsung yaitu calon tunggal melawan kotak kosong.
“Itu sungguh sangatlah tidak baik, apalagi kita masyarakat Kota Pematangsiantar sangat menjunjung tinggi adab dan toleransi,” kata Ketua GP Ansor Kota Siantar, Ridwan Akbar M Pulungan, Rabu (6/10).
Penolakan dan dukungan di kontestasi Pilkada kata Ridwan, memang akan selalu terjadi. Tapi ia mengingatkan bahwa Pilkada bukanlah momen untuk menciptakan permusuhan, apalagi yang dilakukan dengan mengadang-gadang isu SARA.
“Tentu kita juga harus saling menghargai sebagai bentuk tegaknya demokrasi di kota yang plural,” ujarnya.
Konstelasi Pilkada di kota Siantar tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini cuma ada satu Pasangan Calon (Paslon) yaitu Asner Silalahi dan Susanti Dewayani, yang hadir sebagai Paslon optimis dengan mengusung tagline PASTI.
GP Ansor sendiri melihat sejauh ini tahapan Pilkada dilakukan sesuai perundang-undangan. Dan KPU, sejauh ini juga dipandang positif dalam upayanya menggelar perhelatan pesta demokrasi ini dengan sukses.
Atas dasar itu GP Ansor mengajak seluruh masyarakat untuk menentukan hak pilihnya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, khususnya dengan tetap menghargai persatuan dalam keberagaman. Sebab keutuhan dan prulalisme kota ini lebih mahal ketimbang euforia panggung politik yang dilaksanakan sekali lima tahun.
“Jangan ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk merusak tatanan dan prulalisme di kota kita ini,” tegasnya.
GP Ansor juga kata Ridwan akan terus konsisten menjaga keutuhan bangsa dan negara sebagai wujud Hubbul Wathan Minal Iman. [PR/nda]




















