Siantar — Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah, dinilai tidak punya etika. Sehingga gelar Doktor yang disandangnya pantas dicabut.
Hal ini disampaikan wartawan yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD, Kamis (13/8) siang, mengkritik sikap Hefriansyah yang telah melecehkan wartawan.
“Kita minta kepada universitas yang memberikan gelar Doktor itu untuk mencabut gelar itu, karena tidak pantas seorang Doktor mengatakan seperti itu,” kata salah seorang wartawan, Hermanto Sipayung, dalam orasinya.
Aksi unjukrasa ini beranjak dari ucapan Hefriansyah saat diwawancarai wartawan usai sidang paripurna di halaman Gedung DPRD, Selasa (11/8) lalu. Saat itu, Hefriansyah yang ditanya soal tujuan kunjungan yang baru dilakukannya ke Sekretariat Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dengan ketus menjawab supaya wartawan yang bertanya tersebut mencari tahu dengan otak.
“Kata Kusen (KASN, red) itu apa, makanya kau cari pakai otak,” ketus Hefriansyah sembari berlalu.
Hermanto menilai cara dan pilihan kata yang dipakai Hefriansyah menjawab pertanyaan konfirmasi itu menunjukkan Hefriansyah tidak punya etika yang seharusnya menjadi prasyarat bagi seorang akademisi. Maka itu Hefriansyah tidak pantas disematkan gelar Doktor.
DPRD akan Bahas Pelecehan yang Dilakukan Hefriansyah
Anggota DPRD yang menerima unjukrasa wartawan ini berjanji akan membahas sikap yang akan ditempuh terkait sikap pelecehan Hefriansyah terhadap wartawan.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD juga telah menyampaikan kecaman terhadap Hefriansyah dan meminta Hefriansyah segera minta maaf atas sikap tidak pantasnya itu.
“Kami dari DPRD juga siap berdiskusi dengan media dalam rangka penyelesaian bagaimana sikap walikota yang melecehkan insan pers, jurnalis, yang ada di kota Pematangsiantar,” kata Anggota DPRD Tongam Pangaribuan, kepada wartawan yang berunjukrasa.
Bersama Tongam juga hadir Ferry Sinamo, Daud Simanjuntak, dan Baren Purba menerima unjukrasa ini.
Soal gelar Doktor yang disandang walikota yang banyak dikritik masyarakat karena dinilai tak ada kemajuan di masa kepemimpinannya ini, gelar tersebut dikabarkan baru saja disematkan oleh salah satu universitas yang ada di kota Medan pada pekan lalu. [nda]
Baca juga:




















