Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Senin, Februari 16, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Dua Kelompok Pedagang Beda Sikap Soal Pendirian Bangunan Baru di Pasar Horas

by Redaksi
07/05/2018
in Peristiwa, Utama
0
Aksi blokir jalan Sutomo oleh massa pedagang Balimpel, Senin (7/5/2018).

Aksi blokir jalan Sutomo oleh massa pedagang Balimpel, Senin (7/5/2018).

Share on FacebookShare on Twitter

isiantar.com – Untuk kesekian kalinya ratusan pedagang Aliansi Pedagang Balimpel (Balerong, Kali Lima dan Tempel) kembali menggelar aksi unjukrasa. Berbeda dengan sebelumnya, aksi teranyar, Senin (7/5/2018), digelar persis di badan jalan Sutomo persimpangan jalan Vihara, yang berdekatan dengan tempat mereka berjualan selama ini.

Unjukrasa kali ini diwarnai dengan pemblokiran jalan, pembakaran foto Dirut PD PHJ Benny Harianto Sihotang, dan pengggalangan koin yang disebut untuk ongkos memulangkan Dirut PD PHJ tersebut ke kota asalnya, kota Medan.

Upaya pedagang Balimpel menolak rencana pembangunan gedung berlantai dua yang direncanakan persis di atas lahan balairung, disebabkan mereka tidak sepakat dengan skema waktu pembangunan dan harga yang akan dibebankan bagi mereka yang ingin memiliki kios di bangunan itu kelak. Aksi blokir itu sempat mengakibatkan kemacetan parah dibeberapa ruas jalan di pusat kota sebab

jalan yang mereka blokir tersebut merupakan jalan protokoler.

Beda Sikap dengan Balimpel, Pedagang AP2T Dukung Pembangunan

Berbeda dengan Balimpel, rencana manajemen PD PHJ mendirikan bangunan dua lantai yang disebut kelak satu lantai akan difungsikan sebagai tempat parkir dan satu lantai lagi berupa deretan kios-kios yang akan diperuntukkan bagi pedagang yang selama ini beraktifitas di kaki lima dan balairung dengan harga Rp 60juta per kios, direspon positif oleh kelompok pedagang yang bergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Tradisional (AP2T).

Perbedaan respon ini  memunculkan rumor kemungkinan terjadinya konflik horinzontal antar pedagang dari dua kelompok tersebut. Apalagi, sejumlah pedagang disebut merasa kesal dengan aksi blokir jalan yang dilakukan Balimpel sebab membuat pendapatan mereka menurut drastis saat aksi tersebut.

Diketahui, AP2T merupakan aliansi pedagang pemilik hak sewa kios di Pasar Horas dan Pasar Dwikora. Aliansi ini sudah ada dan berjuang demi hak-hak pedagang sejak tahun 2016, dan keberadaannya secara resmi tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kota Pematangsiantar.

Salah seorang penasehat AP2T yang dikonfirmasi isiantar.com beberapa jam pasca berakhirnya unjukrasa, Hulman Sihombing, membantah rumor tersebut. “Begini, yang pertama yang ingin kami sampaikan, kami tidak mau terjadi konflik horizontal,” kata Hulman Sihombing, saat dihubungi sekitar Pukul 20.30 WIB.

Namun demikian, Hulman mengingatkan bahwa sejak organisasi mereka berdiri untuk memperjuangkan hak-hak pedagang, dan poin terpenting dari sembilan poin utama yang selama ini mereka perjuangkan adalah perihal ketersediaan akses ruang yang lancar dan nyaman bagi konsumen untuk masuk ke dalam Pasar Horas dan Pasar Dwikora. Menurut mereka selama ini akses tersebut tidak ada akibat pembiaran pemakaian jalan untuk tempat berjualan. Dan kondisi yang tidak tertata itu telah bertahun-tahun membuat nilai transaksi dari aktivitas berjualan mereka sebagai pemilik kios berkurang drastis dari tahun ke tahun.

Ditanya lebih rinci bagaimana sikap AP2T atas rencana pendirian bangunan dua lantai yang direncanakan manajemen pasar tersebut, Hulman mengatakan, mereka bersikap mendukung selama tujuan pembangunan tersebut adalah untuk penataan.

“Jadi kami mendukung pembangunan itu. Masyarakat pedagang yang memiliki hak sewa kios dan kartu izin berjualan mendukung pembangunan itu, bukan menyetujui, karena kami tidak punya hak untuk menyetujui itu. Kami hanya mendukung. Kalau memang itu (benar untuk) penataan, silahkan.

Kenapa? Karena selama ini pemerintah kota tidak pernah memikirkan pengadaan lahan untuk mendirikan pasar baru, (sementara) populasi penduduk sudah bertambah di siantar sejak tahun 80-an (dibangun) itu Pasar Horas dan Pasar Dwikora. Sampai sekarang koq tetap itu aja wadahnya?” Jelas Hulman.

Terakhir, Hulman meminta pihak-pihak terkait khususnya aparat kepolisian bersikap profesional dalam menyikapi bentuk-bentuk reaksi atas rencana pembangunan tersebut. Permintaan itu menyusul informasi akan adanya aksi lanjutan dari Balimpel yang bentuknya menutup akses tangga besar Pasar Horas di Gedung II. [nda]

Tags: AP2TBangunan MenyalahPD Pasar Horas JayaPedagang BalimpelUnjuk Rasa
Share7TweetPin

Related Posts

Kios Darurat Gedung IV Ditarget Selesai Sebelum Natal

by Redaksi
25/11/2025
0

...

Pedagang Pasar Horas akan Demo Gubernur Bobby Nasution

by Redaksi
24/09/2025
0

...

(Kiri) Surat hasil rapat pengurus KP2H, (kanan) aksi unjukrasa menolak perobohan Gedung IV oleh KP2H pada Juni 2025 lalu. (isiantar/nda)

Berat, Pedagang Gedung IV Kembali Suarakan Tolak Relokasi

by Redaksi
23/09/2025
0

...

Ketua MUI Kota Siantar Minta Demonstran Tidak Anarkis

by Redaksi
31/08/2025
0

...

Bertemu Pedagang, Pemko Janjikan Pembongkaran Gedung IV akan Tuntas Sebelum Natal

by Redaksi
06/06/2025
0

...

Wakil Walikota Siantar Resmikan Irian Supermarket dan Department Store

by Redaksi
26/02/2025
0

...

Di Bawah Kendali Susanti, Pemko Siantar Gerak Cepat Bantu Korban Bencana

by Redaksi
25/09/2024
0

...

Sekjen DPD P4B Pematangsiantar, Ejon Osavon Siahaan.

P4B Luruskan Polemik Pengangkatan Pejabat PD PHJ

by Redaksi
14/08/2024
0

...

Jelang Idul Fitri, Susanti Dewayani Sidak Harga Bahan Pokok

by Redaksi
14/03/2024
0

...

Desak Polisi Usut Konspirasi e-Warung, Mahasiswa Bakar Ban di Depan Mapolres

by Redaksi
25/02/2024
0

...

Terkini...

Pemko Siantar Beri Bantuan ke Puluhan Keluarga Korban Puting Beliung

15/02/2026
Prosesi penyerahan Hasil Pembahasan Panitia Khusus DPRD Siantar, oleh ketua Pansus, Tongam Pangaribuan, kepada Pimpinan DPRD, Daud Simanjuntak, hanya menggunakan pencahayaan dari telepon genggam, Jumat (13/2/2026).

Main Gelap, Pansus DPRD Siantar Disinyalir Bekerja Secara Menyimpang

13/02/2026

Ketua PKK Kota Siantar Hadiri Pendalaman Alkitab dan Pengajian

13/02/2026

Jaga Kestabilan Harga Jelang Ramadhan, Pemko Siantar Gelar Pasar Murah

13/02/2026
Deretan sofa yang masih bagus yang pernah ada di ruang Pimpinan DPRD Siantar, yang kini sudah tidak kelihatan lagi. (isiantar/nda)

Tiga Pimpinan DPRD Siantar Dikabarkan Diperiksa terkait Dugaan Penyelewengan Aset Rumah Dinas

13/02/2026

Permudah Kinerja Damkar, Perumda Tirta Uli Pasang Hydrant di Sejumlah Titik Strategis

05/02/2026

Walikota Siantar Hadiri Pemberian Bansos kepada Warga Tionghoa

05/02/2026

Perbaikan Pipa Pecah di Tiga Titik, Layanan Air Terganggu Sementara

05/02/2026

Beri Dukungan, Liswati Kunjungi Sejumlah UMKM

05/02/2026

Walikota Hadiri Serah Terima Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji Tahun 2025

31/01/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In