Siantar — Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kota Siantar disarankan untuk mulai mempertimbangkan pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan. SMA Unggulan dimaksud seperti SMA Plus Soposurung atau Del yang ada di Kabupaten Toba, atau SMA Unggulan CT Foundation yang ada di Deli Serdang.
Gagasan pendirian SMA Unggulan ini disampaikan Komisi III DPRD Siantar kepada Bappeda saat rapat pembahasan P-APBD Jumat (18/9/2020).
“Kalau ditanya ide saya lebih gila lagi, saya ingin pemko punya SMA Unggulan sendiri. Atas nama untuk meningkatkan SDM masyarakat Pematangsiantar, bahkan saya pengen Pemko Siantar punya SMA unggulan, yang seperti itu sudah ada di tempat lain,” kata Astronout Nainggolan, salah seorang anggota Komisi III, di rapat itu.
Astronout melontarkan gagasan itu saat rapat tengah membahas program penelitian tentang penyebab berkurangnya jumlah siswa di SD Negeri yang akan dikerjakan Bappeda. Rencana penelitian ini juga merupakan hasil saran Komisi III di rapat sebelumnya, yang saat itu, Komisi III menilai penjelasan Kepala Bappeda perihal penyebab berkurangnya siswa SD (yang jadi alasan akan dilakukannya regrouping) tersebut, terlalu subjektif, asumtif dan tidak komprehensif.
Oleh karenanya Komisi III menyarankan sebelum regrouping agar Bappeda terlebih dulu membuat penelitian yang merangkum semua aspek yang mempengaruhi kondisi tersebut, yang sekaligus untuk menemukan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Di rapat Jumat sore ini SMA Unggulan dimaksud adalah SMA yang pemiliknya Pemko Siantar sendiri. Rapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi III Denny TH Siahaan, dan dihadiri seluruh Anggota komisi. [nda]




















