Siantar — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Siantar, Dedy Tunasto Setiawan, mengatakan akan melakukan peninjauan ke lokasi DAS Bah Kaitan di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, yang kondisinya rusak parah, yang diduga diakibatkan ulah oknum-oknum pebisnis perumahan yang mengabaikan aturan serta kelestarian lingkungan.
Hal itu disampaikan Dedy, Senin (16/12) pagi, di ruang kerjanya.
Dedy mengaku baru mengetahui informasi kerusakan DAS Bah Kaitan tersebut dari isiantar.com, dan akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kerusakan DAS di sekitar Bah (sungai) Kaitan telah terjadi sejak tahun lalu saat pembangunan perumahan di kawasan ini baru dimulai. Kerusakan itu telah menyebabkan beberapa kali longsor tebing tepi sungai — hingga material-material bangunan pun ikut masuk ke dalam sungai. Beberapa rumah, bahkan jalan penghubung yang ada di kompleks perumahan tersebut, juga diduga didirikan di atas DAS.
Seorang warga yang telah belasan tahun tinggal di Sumber Jaya mengaku kesal terhadap pemerintah atas kondisi tersebut. Dulunya, katanya, DAS itu sangat rimbun dan banyak pepohonan besar, dengan air yang cukup jernih.
“Nanti bajirlah terus Siantar ini, mau rupanya (pemko dan pengusaha, red) tanggung jawab. Maunya cari untung saja,” geram warga tersebut.
Pantauan teranyar isiantar.com pada 24 Oktober lalu bahkan mendapatkan rekaman video salah seorang pekerja pembangun perumahan yang membuang tanah dan material sisa bangunan langsung ke DAS Kaitan.
[nda]
Baca juga:
Pemko Dinilai Berkontribusi atas Kerusakan Bah Kaitan




















