Siantar — Konferensi Cabang (Konfercab) XII Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pematangsiantar diharapkan melahirkan gagasan-gagasan konstruktif dan kepemimpinan yang baru, yang mampu membawa organisasi semakin maju, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan khususnya bagi Kota Pematangsiantar.
Harapan itu disampaikan Walikota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar, Hendra TP Simamora, saat menghadiri Pembukaan Konfercab XII GMNI Kota Pematangsiantar, di Siantar Hotel, pada Jumat sore (27/3/2026).
Mengawali sambutan tertulisnya, Wesly mengucapkan selamat atas terselenggaranya Konfercab tersebut. Dimana Konfercab dikatakannya bukan sekadar agenda organisasi, tapi juga momentum penting dalam proses kaderisasi, evaluasi, serta penentuan arah perjuangan ke depan.
Terkait tema yang diusung Konfercab, yakni “Reposisi GMNI: Regenerasi Kepemimpinan untuk Keadilan dan Kedaulatan Bangsa“, menurut Wesly, sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
“Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, semangat nasionalisme, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Wesly juga menilai GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang berakar pada nilai-nilai perjuangan Bung Karno, memiliki peran strategis dalam melahirkan kader-kader pemimpin masa depan. Dan posisi Pemko Siantar, sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen, termasuk dengan organisasi kemahasiswaan seperti GMNI.
“Kami percaya, sinergi antara pemerintah dan generasi muda merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” terangnya.
Konfercab ini diawali dengan acara diskusi publik. Narasumber yang dihadirkan yakni Rindu Marpaung, Patar Luhut Panjaitan, dan Ketua Cabang GMNI Pematangsiantar, Ronald J Panjaitan.
Tampak turut hadir di Konfercab ini Kasat Intelkam Iptu Hary Isdyanto, sejumlah senioren GMNI seperti Mangasi Tua Purba dan Roy Marsen Simarmata. Dan juga perwakilan sejumlah organisasi kemahasiswaan dan pemuda di Kota Pematangsiantar. (PR/nda)




















