Siantar — Untuk mendukung operasional Terminal Tanjung Pinggir sebagai terminal Type-A atau terminal yang berstandar internasional, pemerintah akan membangun hotel setinggi delapan lantai di sisi terminal ini.
Hal itu disampaikan Humas Terminal Tanjung Pinggir, Jonliben Saragih, Rabu (23/12/2020).
Dikatakannya, hotel dan juga kolam renang itu nantinya akan dibangun di sisi bagian belakang terminal. Namun, sebelum pembangunan hotel dan kolam renang tersebut, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan revitalisasi Terminal Tanjung Pinggir dengan biaya total sekitar Rp 6,9 miliar.
“Jadi terminal ini akan direvitalisasi, dirobohkanlah dulu ini, baru dibangun. Jadi standarnya udah terminal standar internasional, makanya nanti hotel ada di belakang, kolam renang juga,” ungkap Jonliben.
Proses revitalisasi itu sendiri akan berlangsung selama 18 bulan, terhitung sejak Desember 2020.
Ajak Investor untuk Berkontribusi
Rencana pembangunan hotel delapan lantai tersebut dibenarkan Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Terminal Tanjung Pinggir, Jumanter Pangaribuan.
Diwawancarai terpisah, Jumanter bahkan mengatakan tak cuma hotel tapi pemerintah juga akan membangun Mall di kawasan Tanjung Pinggir. Dan pembangunan sarana pendukung itu menurutnya sangat relevan dengan standar terminal type-A, dimana bus pariwisata juga akan wajib masuk ke dalam terminal ini.
“Jadi di situ nanti (akan ada toko roti) seperti Roti Ganda, (warung kopi) seperti Kok Tong. Masuklah pariwisata, minimal di sini dia berhenti setengah jam, agar bisa dia menikmati terminal kita ini dan belanja-belanja,” jelas Jumanter.
Jumanter melanjutkan, pihaknya juga membuka diri bagi investor yang ingin ikut berinvestasi di terminal Tanjung pinggir. Dan investor yang berminat berinvestasi sudah bisa mendaftarkan diri dengan mengikuti regulasi-regulasi yang telah ditentukan. [nda]




















