Siantar — Tanpa mengenakan masker untuk antisipasi potensi paparan virus, sejumlah pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar mengikuti rapat dengan anggota DPRD yang telah mereka beri status sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona, Kamis (19/3/2020) pagi.
Rapat ini berlangsung sekitar dua jam, di ruangan Komisi I, yang terbilang sebagai ruangan kecil untuk rapat yang bersifat terbuka untuk umum.
Di rapat ini Kepala Dinkes dr Ronald Saragih bersama jajarannya, termasuk Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Erika Silitonga, tanpa mengenakan masker, duduk berhadap-hadapan dengan sejumlah anggota DPRD yang telah mereka tetapkan berstatus ODP Corona. Dan mereka terlibat bertukar-ucap selama sekitar dua jam.
Hanya satu orang yang terlihat mengenakan masker, yakni pegawai Dinkes yang duduk di deretan paling belakang.
Di dalam rapat ini Komisi I mengkritik pemberian status ODP terhadap 27 anggota DPRD karena dinilai bermuatan pembunuhan karakter yang disyaki sebagai bentuk balas dendam terhadap dimakzulkannya walikota lewat Angket beberapa waktu lalu.
“Kenapa hanya kami yang diekspos, bukan cuma kami yang punya perjalanan dinas ke luar daerah, walikota juga seharusnya masuk dalam ODP karena dia baru pulang dari Jakarta,” cecar Ketua Komisi I Andika Prayogi Sinaga yang memimpin rapat tersebut. Dirinya menyesalkan publikasi status ODP tersebut karena membuat mereka dijauhi khalayak.
Adapun dr Erika Silitonga yang duduk di depan tanpa masker bersama dr Ronald Saragih berucap, status ODP yang keluarkan telah sesuai prosedur sebagaimana amanat Surat Edaran Kementerian Kesehatan.
Anggota DPRD lainnya yang termasuk dalam 27 anggota DPRD berstatus ODP, Astronout Nainggolan, juga melontarkan protes keras dan menilai publikasi Dinkes soal status mereka itu sebagai bentuk pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik mereka. Menurutnya, jika bersikap adil, seharusnya dalam publikasi itu Dinkes memberi informasi yang menyeluruh sebab diketahui banyak juga pejabat pemko yang baru saja melakukan perjalanan ke Jakarta.
Selama berlangsungnya rapat, selain anggota DPRD dan pejabat Dinkes, ruangan rapat juga dipenuhi masyarakat yang menyaksikan secara langsung rapat tersebut. [**]





















