isiantar.com – Sejak beredarnya video berisi adegan Kapolres Simalungun yang diduga mencekoki seorang warga dengan miras, dimana video itu disebut merupakan hasil rekaman cctv tempat di hiburan malam Studio Hotel dan Restaurant City, sorotan masyarakat atas lokasi hiburan malam tersebut terus berlanjut.
Salah seorang warga yang intens menyoroti rentetan dari persoalan beredarnya video rekaman cctv itu ialah Sukoso Winarto.
Menurut Sukoso, selain soal izin pembangunannya yang bermasalah, dari aspek sosial keberadaan Studio Hotel juga cenderung memberi efek negatif bagi warga kota Siantar. Maka itu tempat hiburan malam itu harus ditutup.
“Itu Studio Hotel manfaatnya apa coba? Waktu masih di Jalan Sudirman pun namanya masih Miles, kita tahu beberapa kali sudah kedapatan narkoba di situ. Makanya kita bilang tempat itu lebih banyak mudharatnya (efek negatifnya), dan Pemko cq (melalui) Hefriansyah harus menutup tempat itu,” kata Sukoso, Rabu sore (19/7/2017).
Salah satu dampat negatif dari beroperasinya Studio Hotel yang masih bisa dirasakan dengan jelas saat ini, kata Sukoso, adalah kegaduhan yang tercipta akibat beredarnya video yang disebut rekaman cctv dari tempat itu. Dan kegaduhan itu telah menguras banyak energi masyarakat kepada hal-hal yang sesungguhnya sama sekali tidak penting.
( Baca juga: ‘Kasus studio hotel’ preseden buruk bagi pemko dan DPRD Siantar )
Pria yang juga dikenal sebagai aktivis yang giat mendampingi kaum buruh ini juga meyakini ada permasalah serius dibalik terbitnya izin pendirian bangunan Studio Hotel yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat pemko. Dan Plh Walikota, Hefriansyah Noor, harus menindak oknum-oknum tersebut.
“Walikota segera usut tuntas oknum-oknum yang menerbitkan izin. Dan oknum-oknum itu harus dilaporkan ke penegak hukum,” tandasnya. [**]




















