Siantar — Situasi yang riskan terjadi di dalam gedung KPU Kota Pematangsiantar saat prosesi pendaftaran pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota, Rabu (28/8/2024). Dimana dua rombongan massa kandidat, bertemu di dalam gedung tersebut.
Peristiwa itu persisnya terjadi pada Pukul 11.40 WIB di saat pasangan Susanti – Ronald (Suara) masih menjalani proses verifikasi berkas pendaftaran. Di saat itu, pasangan Mangatas – Ade Sandra (Mantap) dengan ribuan pendukungnya, juga datang dan memasuki gedung tersebut.
Alhasil, situasi yang berpotensi terjadinya gesekan antar massa pendukung itu, membuat sesak gedung KPU.
Menurut pihak Liaison Officer atau narahubung pasangan Mantap, Zainul Arifin Siregar, mereka datang ke gedung tersebut karena jadwal pendaftaran mereka adalah Pukul 11.00 WIB, dan tidak ada pemberitahuan dari pihak KPU soal pengunduran jadwal mereka.
“Seandainya ada pemberitahuan dari KPU, kami kan bisa tadi pawai-pawai keliling kota lagi,” ungkap Zainul.
Sementara Ketua KPU Siantar yang dikonfrontir soal ini, tampak berdalih bahwa mereka sudah menyampaikan soal pemunduran jadwal kepada pihak Mantap.
“Memang kedua-duanya mendaftar dengan jadwal yang berdekatan menyampaikan suratnya, ada yang menyampaikan jam 10 ada yang menyampaikan jam 11. Tapi karena dinamika di lapangan ada proses verifikasi dengan lengkap, makanya waktunya agak molor.
Sudah disampaikan dengan pasangan yang lainnya ‘bahwasanya kondisinya seperti ini, Bang’, mereka bersedia menunggu, makanya kita minta supaya tertib, kan. Dan alhamdulillah walaupun bertemu tidak ada kejadian yang signifikan saya pikir,” kata Muhammad Isman Hutabarat. (nda)




















