Siantar — Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyepakati pemberian dana hibah sebesar Rp 25 miliar untuk membantu penanganan dampak bencana di wilayah di Provinsi Aceh.
Komitmen pemberian hibah ini ditandai dengan penyerahan Surat Kesediaan Bantuan Keuangan, saat acara Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Raker Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).
Selain Pematangsiantar, sejumlah daerah lain dari Provinsi Sumatera Utara (Utara) juga menyatakan kesepakatan yang sama, yakni memberikan dana hibah yang akumulasinya sebesar Rp260 miliar, yang sumbernya diambil dari sebagian dana Transfer Ke Daerah (TKD) ke masing-masing daerah.
Adapun rincian hibah dari masing-masing daerah di Sumut tersebut yakni, Pemko Pematangsiantar Rp25 miliar untuk Kabupaten Bener Meriah, Pemko Medan Rp50 miliar untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Pemkab Deliserdang Rp50 miliar untuk Kabupaten Aceh Timur, Pemkab Simalungun Rp30 miliar kepada Kabupaten Aceh Utara, Pemkab Asahan Rp30 miliar untuk Kabupaten Bireuen, Pemkab Serdang Bedagai Rp25 miliar untuk Kabupaten Pidie Jaya.
Pemkab Labuhanbatu Selatan (Labusel) Rp25 miliar untuk Kabupaten Aceh Tengah, dan Pemkab Labuhanbatu Rp25 miliar untuk Kabupaten Gayo Lues.
Atas kesepakatan ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan apresiasi terhadap sikap masing-masing daerah tersebut, yang disebutnya sebagai wujud sikap solidaritas walau di tengah kondisi fiskal daerah penerima yang terbatas.
“Terima kasih kepada delapan kepala daerah yang menghibahkan untuk kepala daerah yang betul-betul saya tahu mereka sulit,” kata Tito, seraya menjelaskan penambahan TKD tahun 2026 ini mencapai total Rp10,6 triliun, yang terdiri dari Rp6,3 triliun untuk Sumut, Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), dan Rp1,6 triliun untuk Aceh.
Lebih lanjut Tito juga mengingatkan seluruh kepala daerah agar menjaga integritas dalam setiap kebijakan serta menghindari praktik korupsi maupun pemborosan anggaran.
Di tengah ketidakpastian global, ia juga meminta seluruh Pemda agar tetap fokus menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi. Sebab hal tersebut berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan ketahanan ekonomi daerah.
Raker Komwil I APEKSI Tahun 2026 ini diikuti 126 peserta dari 21 kota. Dan sejumlah pejabat teras Pemko Siantar tampak turut mendampingi Wesly dalam Raker ini. (PR/nda)




















