Siantar —Puluhan pelajar yang tergabung dari sejumlah sekolah terlibat aksi tawuran melawan pelajar Taman Siswa (Tamsis), Senin (23/9) sore. Tawuran terjadi di beberapa titik, diantaranya di kompleks Taman Bunga, Stasiun Kereta Api, Pasar Horas, dan di Jalan Kartini.
Penyebab tawuran belum diketahui pasti. Namun disebut-sebut berawal masalah pribadi antara dua orang siswa, yakni siswa SMK Melati dan siswa SMK Tamsis.
Satpol PP yang mendapat laporan tawuran berhasil mengamankan 16 siswa yang terlibat, tapi sebagian besar berhasil kabur.
Seorang guru Tamsis yang datang ke kantor Satpol PP untuk meninjau pelaku tawuran yang diamankan mengatakan, tawuran sudah terjadi sejak hari Sabtu kemarin dan belum terungkap apa pemicunya.
Sabtu kemarin, kata guru tersebut, puluhan siswa yang bukan siswa Tamsis terlihat sudah berkumpul di Jalan Kartini (di depan gerbang Tamsis) sejak jam sekolah belum berakhir.
Dan ketika jam sekolah berakhir, dan siswa-siswi Tamsis diperbolehkan pulang, tak berapa lama terdengar jika murid-muridnya terlibat tawuran dengan siswa-siswa yang berkumpul di depan gerbang tadi.
Para guru Tamsis lalu mengejar dan berupaya melerai para siswa yang tawuran itu. Mulai dari jalan Kartini, Stasiun Kereta Api, hingga ke Pasar Horas.
“Abang bayangkanlah capeknya melerai orang berkelahi, Bang,” ujar guru tersebut.
Hal yang sama kembali terulang Senin siang. Puluhan pelajar kembali tampak berkerumun di Jalan Kartini dekat sekolah Tamsis. Guru-guru Tamsis yang khawatir melihat gelagat kerumunan itu lalu melarang muridnya untuk keluar gerbang meski jam belajar-mengajar sudah habis.
Namun ternyata, tiba-tiba situasi menjadi agak gesit karena ada diantara pelajar yang berkerumun itu meneriaki dan melempar kaca gedung Tamsis hingga pecah.
Bahkan ada yang memaki dan mengancam akan menghabisi guru Tamsis juga. “Gurunya pun jumpa nanti kita ‘putuskan’,” kata guru tersebut mengulangi apa yang dikatakan siswa-siswa yang berkerumun tersebut.
Situasi yang gesit itu kemudian tak terkendali sebab beberapa siswa Tamsis tiba-tiba diketahui sudah berhasil keluar dari kompleks sekolah, dan langsung terlibat tawuran dengan orang-orang tersebut. Tawuran terjadi mulai dari Jalan Kartini, lalu bergeser ke Taman Bunga, Stasiun Kereta Api dan Pasar Horas.
Dari 16 orang siswa yang terlibat tawuran dengan Tamsis yang diamankan Satpol PP, hanya satu yang merupakan siswa SMK Melati. Selebihnya mengaku sebagai siswa SMKN 2, SMK Persiapan, SMP Al Qoriah. Sejumlah pelajar dari SMK HKBP dan GKPS juga dikabarkan ikut dalam tawuran ini namun berhasil kabur.
Siswa SMK Melati yang berhasil diamankan itu mengatakan, tawuran semenjak Sabtu itu bermula dari masalah pribadi antara seorang siswa SMK Melati dengan seorang siswa SMK Tamsis. Namun dia tidak mengetahui siapa orang yang bermasalah itu, dan seperti apa persisnya masalah tersebut. [nda]