Siantar — Kurnia Saragih dan Reinward Simanjuntak menunjukkan dirinya sebagai pasangan paling siap untuk maju di perhelatan Pilkada Kota Pematangsiantar tahun 2024. Selain siap dari sisi bahwa mereka satu-satunya bakal calon (Balon) yang mendaftar dalam format pasangan, mereka juga secara sahih menunjukkan kapabilitasnya untuk memimpin kota Pematangsiantar.
Kesahihan kapabilitasnya itu mereka tunjukkan dalam acara penyampaian visi – misi Balon Walikota dan Wakil Walikota yang digelar DPC Partai Gerindra di Khayangan Square, Kamis (23/5/2024).
Berbeda dengan belasan kandidat tunggal yang ikut di acara ini, visi misi Kurnia Reinward terlihat jelas lebih faktual alias berhubungan langsung dengan kondisi riil kota Siantar.
Mereka menyampaikan soal penanganan permasalahan banjir, penanganan persoalan transportasi dan parkir, penanganan masalah sampah, dan juga persoalan sampah.
“Ada empat persoalan yang menjadi masalah perkotaan di dunia, dan ke-empatnya saat ini menjadi masalah di kota Siantar,” ungkap Reinward.
Dalam menangani seluruh persoalan tersebut, Kurnia dan Reinward secara bergantian menjelaskan dari hulu ke hilir, mulai dari penyebab persoalan-persoalan tersebut hingga kemudian ke konsep penyelesaian.
Untuk menambahkan rasionalitas atas visi misi dan penjelasannya itu, Kurnia dan Reinward turut mengingatkan bahwa dulu Siantar pernah mendapat sejumlah penghargaan yang sangat bermarwah, seperti Adipura dan juga Wahana Tata Nugraha.
Kurnia – Reinward juga dengan apik menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan panelis dan kader Gerindra yang diberi hak oleh panitia untuk bertanya. Termasuk soal kesiapan atau sumber anggaran untuk mewujudkan visi – misi itu, untuk membangun pasar di Tanjung Pinggir, membentuk lembaga kajian kultur soal cagar budaya untuk pelestarian dan pengembangan budaya serta pengembangan wisata, pun soal menjadikan Siantar sebagai pusat pemasaran produk-produk pertanian.
“Yang ditanyakan Pak Panjaitan (salah seorang penanya) tadi menarik. Salah satu kelemahan pemerintah daerah atau pemerintah kota Pak, adalah minimnya APBD. Ada tiga hal yang haru dilakukan, pertama, efisien. Luar biasa pemborosan di kabupaten kota. Kalau dilakukan efisiensi akan bisa mencapai penghematan paling tidak 20 persen. Kedua, diversifikasi. Yang ketiga, intensifikasi,” papar Reinward yang merupakan pensiun ASN yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di Pemko Siantar.
Sepanjang penyampaian visi misi, pasangan Kurnia Reinward mendapat tepuk tangan yang membahana atas rasionalitas pun gestur mereka yang sangat meyakinkan saat menyampaikannya.
Ada total 18 kandidat yang mengikuti penyampaian visi misi ini. Kurnia – Reinward satu-satunya kandidat dalam format pasangan.
Menurut Gusmiyadi selaku Ketua DPC Partai Gerindra, kegiatan ini ditujukan untuk merubah tradisi di kota Siantar yang pembicaraan politiknya pada saat Pilkada cenderung pada aspek jumlah uang yang dimiliki ketimbang aspek kualitas dari dari para calon. (nda)




















