Siantar — Menyusul banyaknya kasus keracunan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Pematangsiantar meminta walikota agar berhati-hati dalam pelaksanaan program ini.
Kehati-hatian itu disampaikan dalam pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) P-APBD 2025, pada sidang paripurna Kamis (24/9/2025) di gedung DPRD.
“Fraksi Partai Gerindra mengharapkan agar Pemerintah Kota Pematangsiantar lebih berhati-hati dan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis di Kota Pematangsiantar, dimana di beberapa daerah banyak dijumpai kasus keracunan MBG.
Menurut data kementerian kesehatan, mencatat sekitar 60 kasus keracunan MBG dengan jumlah korban sebanyak 5 207 orang. Dan BPOM mencatat sebanyak 55 kasus dengan jumlah korban 5.320 orang,” kata Fraksi Gerindra dalam salah satu poin pendapat akhirnya, yang dibacakan oleh Sekretaris Fraksi Gerindra, Patar L Panjaitan.
MBG diketahui merupakan program prioritas pemerintah Indonesia yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat terutama anak-anak dan ibu hamil.
Adapun Fraksi Gerindra DPRD Kota Pematangsiantar diketuai oleh Chairuddin Lubis, sekretaris Patar L Panjaitan, dan anggota Muhammad Fahmi Siregar. (nda)





















