isiantar.com – Kesiapan Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pematangsiantar, Sumut, untuk menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-VII disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Konfercab H Zulfahri Hasibuan S.Ag, dalam temu pers, Kamis sore (8/3/2018) di Aula Café Hitam-Putih, Jalan MH Sitorus.
Zulfahri didampingi Sekretaris Panitia, H Amrul Gofar Nasution S.H.I, MM, menyebut, Konfercab akan digelar pada tanggal 11 Maret 2018, di Convention Hall Siantar Hotel, dengan mengusung tema ‘Meneguhkan Islam Ahlussunnah Waljamaah dalam Bingkai Kebhinekaan dan NKRI’.
Dijelaskan, pemilihan tema ini selaras dengan cita-cita NU untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang adil yang makmur sebagaimana terlihat jelas pada kontribusi yang telah diberi NU, sebagai salah satu organisasi terbesar, atas sejarah panjang Indonesia baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.
Adapun tiga tujuan utama dari Konfercab nanti ialah, pertama, sebagai tempat penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan program dan kebijakan program Pengurus Cabang (PC) NU Kota Pematangsiantar masa khidmah 2012-2017.
Kedua, mengevaluasi pelaksanaan program PCNU Kota Pematangsiantar selama satu periode, dan yang ketiga, memilih dan menetapkan susunan pengurus baru untuk periode 2018-2023.
Menghormati yang Tua, Menyayangi yang Muda
Bersama Zulfahri dan Amrul Gofar, temu pers itu juga diikuti tiga figur yang disebut akan ikut berkompetisi untuk menduduki jabatan Ketua PCNU periode 2018-2023. Mereka ialah, Maranaik Hasibuan MA, Armansyah Pasaribu S.Sos, dan H Hasan Basri Siregar MA.
Dalam temu pers yang bernuansa bersahaja sore itu, ketiga figur ini duduk dalam posisi berdampingan dan terlihat rileks dan sangat akrab.
Disodorkan pertanyaan tentang bagaimana mereka melihat dan menghadapi kompetisi diantara mereka, ketiganya tersenyum. “Ya, lihat sendirilah,” ujar salah satu merujuk pada kekompakan yang tampak jelas pada mereka. “Yang pasti di NU ini kita kan, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda,” imbuh kandidat calon di sampingnya.
Dalam pengantar perkenalan terhadap mereka, Zulfahri sempat menyebut ketiga figur itu adalah diantara sosok-sosok dianggap mampu menahkodai PCNU Kota Pematangsiantar 5 tahun ke depan. Namun secara resmi, setiap figur baru bisa disebut calon bila nantinya telah didaftarkan oleh minimal 1 Majelis Wilayah Cabang (MWC). [nda]




















