isiantar.com – Mobil dinas operasional (pool) Sekretariat DPRD kembali menciptakan desas-desus di kalangan legislator Kota Pematangsiantar. Mobil yang pos pemakaiannya untuk keperluan operasional Sekretariat DPRD dan anggota DPRD itu, kembali jarang terlihat di kawasan kantor DPRD.
Tidak hanya jarang terlihat, mobil merk Toyota Hiace itu juga dirumorkan seolah dikuasai oleh seorang oknum DPRD. Kondisi itu membuat mobil itu tak lagi bermanfaat sebagaimana fungsinya,tetapi telah mejadi alat mobilitas untuk sebuah organisasi yang dipimpin oknum legistator tersebut.
Kegelisahan mengenai mobil pool ini disampaikan salah seorang legislator dewan kepada isiantar.com, Minggu malam (29/4/2018).
Setelah selama tiga bulan mobil tidak pernah terlihat, legislator yang tidak ingin namanya diterakan itu mengaku baru saja melihat mobil pool bernomor polisi BK 7104 W itu di kawasan Lapangan Pentas Seni Budaya Daerah (PSBD), Kisaran, Kabupaten Asahan, saat berlangsungnya kampanye akbar salah satu pasangan Cagubsu, Minggu sore.
“Harusnya kan tidak boleh begitu, itukan untuk keperluan semua DPRD dan Sekretariat sebagai penanggungjawab mobil poll tersebut, masa kalau kami harus ‘antri’ biar bisa memakainya, sementara mobil itu (terlihat) berseliwerannya dipakai orang yang bukan anggota dewan dan bukan sekretariat untuk kampanye. Cobalah kalian cek dulu itu, masa gitu, mana bisa gitu” pintanya.
Di Kisaran, ia mengaku melihat mobil pool tersebut ditumpangi oleh rombongan massa salah satu partai dari Siantar yang menjadi pendukung pasangan Cagubsu yang berkampanye. Ia juga menunjukkan bukti foto yang masih bisa dilihat di dinding facebook salah seorang massa partai yang disebutnya.
Saat dikonfrontir mengenai informasi ini, Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan (Plt. Sekwan) Wanden Siboro, Senin sore (30/4) sekitar Pukul 14.00 WIB, mengaku tidak tahu menahu jika mengenai mobil tersebut dipergunakan untuk mobilitas kampanye.
“Ah, kita tidak tahu itu apa, tidak ada kita kasikan untuk kampanye itu,” jawab Wanden, dan lalu menyebut bahwa kewenangan pengelolaan mobil tersebut berada di tangan Kepala Bagian Umum, Ruskini Purba.
Ruskini Purba yang selanjutnya ditemui di ruang kerjanya dan dikonfirmasi hal yang sama, perihal mobil pool yang terlihat dipakai untuk kampanye di Kisaran, menjawab, adalah wajar bila mobil itu terlihat di Kisaran. Kewajaran itu disebutnya berdasar pada sifat mobil tersebut yang memang bisa dipinjamkan kepada anggota dewan yang membutuhkannya, baik untuk untuk keperluan keluarga atau pibadi.
“Oh, bisa saja. itu mobil pool, DPRD boleh berhak meminjam, mobil itu bisa dipinjam tapi harus DPRD aja yang (boleh) meminjam siapa saja berhak meminjam,” jawabnya.
Saat dipertegas bahwa di Kisaran mobil itu terlihat dipakai oleh rombongan kampanye, Ruskini menjawab, hal itu tidak bisa. “Enggak. Urusan pribadi, bisa. Urusan keluarga, boleh. Gak ada urusan kampanye, da,” katanya.
Lantas mengapa ada yang melihat mobil itu dipakai untuk rombongan kampanye di Kisaran? “Jadi kenapa kalau di Kisaran?” Balasnya, ia melanjutkan, “selama dia masih DPRD dia boleh meminjam mobil pool tapi gak ada dibilang untuk urusan kampanye. Urusan dia pribadi, keluarga atau apa, boleh,” balasnya.
Saat kemudian wartawan meminta nama anggota DPRD yang terakhir meminjam terakhir mobil tersebut sebelum terlihat di Kisaran, Ruskini yang saat itu duduk menghadap meja kerjanya menolak memberitahukan. “Pokoknya kami ada datanya itu semua, itu resmi pakai surat masuk, siapa yang meminjam itu pake data, saya enggak hapal kemarin entah di tangan siapa itu, pokoknya kita ada (datanya) tanggal sekian, kalau udah penuh, yang satu lagi minjam ya boleh, gitu,” ketus Ruskini.
Uniknya, sekitar 30 menit setelah wawancara dengan Ruskini, berakhir, mobil pool tersebut terlihat memasuki kawasan gedung DPRD dan kemudian diparkirkan di depan kantor Kesbangpol. “Bah, tumben nampak mobil ini,” ujar salah seorang pegawai yang tersenyum simpul melihat mobil tersebut terparkir. [nda]


















