isiantar.com – Mandor I di Perkebunan milik PTPN IV Unit Usaha Kebun Mayang, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Baringin Tambunan, mengatakan, peristiwa penyerangan terhadap petugas hansip perkebunan yang terjadi pada Senin (12/12/2016) malam sekitar Pukul 23.30 Wib, merupakan ulah oknum-oknum yang ada kaitannya dengan aktivitas pencurian sawit di areal perkebunan milik pemerintah tersebut.
“Mereka mungkin merasa ruang geraknya sudah tidak lagi ada sejak ada bantuan penjagaan TNI dari Batalyon 126 di sini. Sebelumnya kan selama ini mereka merasa bebas untuk masuk,” ujar Baringin saat dikonfirmasi, Kamis (15/12/2016) sore.
Baringin yang menjadi saksi dan juga korban dari peristiwa penyerangan tersebut, telah menyampaikan semua kesaksiannya termasuk memberi nama-nama oknum pelaku kepada polisi saat menjalani pemeriksaan di Polsek Bosar Maligas, sehari setelah kejadian.
“waktu saya di-BAP di Polsek, semua kronologinya sudah saya sampaikan termasuk nama-nama oknum pelaku yang melakukan penganiayaan,” ungkapnya.
Selain dirinya, ia menyebut beberapa rekannya juga telah menjalani pemeriksaan serupa di Polsek.
Salah satunya ialah salah seorang hansip bernama Togu Panjaitan (35), yang pertama menjadi korban pemukulan, yaitu sekitar satu jam sebelum puncak penyerangan yang mengakibatkan luka serius di bagian kepala seorang hansip bernama Misnan Sirait (48).
Untuk itu, Baringin berharap polisi segera melakukan menangkap para pelaku termasuk aktor intelektual di balik penyerangan tersebut.
“Waktu di-BAP, terakhir kan polisinya bertanya kepada saya, ‘ada yang mau bapak tambahkan dalam keterangan ini?’ saya jawab, ‘saya berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan polisi menangkap para pelaku termasuk aktor intelektual dibelakang mereka’. Ya itu, kami berharap ini segera diusut tuntas, “pungkasnya.
(nda)




















