isiantar.com – Perilaku manajemen PDAM Tirtauli yang mencicil pembayaran dividen (sebagian laba bersih) kepada pemko, dianggap sebagai indikasi bobroknya pengelolaan keuangan di perusahaan itu. Fakta itu juga menjadi dasar untuk meragukan klaim perusahaan tersebut yang mengaku kondisinya semakin baik dan telah menghasilan laba yang cukup besar.
“Pengakuan mereka telah mendapatkan keuntungan, itu harus diragukan. Itu saya duga hanya klaim yang diciptakan agar mendapat citra seolah-olah mereka jajaran direksinya adalah orang-orang yang mampu bekerja dengan baik, padahal tidak. Sebab dari data yang saya dapat, uang yang mereka klaim sebagai keuntungan itu ternyata uang dari biaya meteran yang dikutip setiap bulan. Uang yang memang dikutip secara rutin untuk biaya perawatan meteran air secara berkala,” ujar salah seorang narasumber.
Menurutnya, indikasi kebohongan soal klaim tersebut diperkuat dengan tingkah PDAM yang terkesan mengulur pembayaran dividen tahun 2015 kepada pemko. “Kalau memang untung, tinggal bayar saja dividennya. Dividen itu kan hanya sebagian dari laba bersih, tidak akan mengganggu apapun soal keuangan PDAM. Tapi dengan catatan, kalau untung itu memang ada,” sindirnya.
Dari pengamatan yang dilakukannya, hingga sejauh ini manajemen PDAM dibawah kepemimpinan Direktur Utama (Dirut) bernama Badri Kalimantan masih dalam kondisi pengelolaan yang belum membaik. Selain soal Sumber Daya Manusia (SDM), sistem pembukuan, juga sistem akuntansi.
Masih menurut narasumber yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di salah satu universitas ini, banyak hal yang mencurigakan yang patut ditelusuri inspektorat, DPRD, media, LSM dan aparat hukum pada tubuh PDAM Tirtauli.
Sedikit diantaranya, pengadaan meteran berkala yang dikalim jajaran direksi sebanyak 10ribu meteran baru pada tahun lalu, cek inventaris di laboratorium milik PDAM, dan pengadaan Kaporit
“Ini zaman anak-anak muda sudah modern zaman transparansi. Para orang-orang tua yang duduk dijajaran direksi juga harus bisa transparan, jangan menahan-menahan orang untuk tetap hidup di masa lalu yang serba buram,” tandasnya.
Mengenai dividen yang dibayar dengan cara mencicil kepada pemko, Sekretaris Dewan Pengawas PDAM Tirtauli, Johny Manurung, mengaku belum mendapat laporan dari jajaran direksi.
“Kami belum tahu. Tapi kebetulan lusa tanggal 15 (September) , kami ada rapat dengan jajaran direksi. Itu memang salah satu poin yang akan kami pertanyakan kenapa belum dibayarkan dividen. Kalau bapak nanti datang tanggal 16, mungkin bisa kami jelaskan apa jawaban mereka,” ujar Johny.
(nda)




















