Siantar — Kekecewaan oleh maraknya praktek politik uang pada Pemilu 2019 lalu terungkap saat kegiatan Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu Serentak 2019 yang diselenggarakan KPU Kota Pematangsiantar, Selasa (20/8/2019), di Gedung KPU, Jalan Porsea.
Kekecewaan itu diungkapkan oleh beberapa peserta evaluasi dari unsur perwakilan partai politik (parpol).
“Pemilu adalah cara menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Politik uang seperti rahasia umum dan ini merusak proses demokrasi. Jadi praktek politik uang harus diberantas dan pelaku ditindak,” kata perwakilan dari Partai Hanura, Fransisco Sibarani, dalam kegiatan evaluasi tersebut.
Kekecewaan senada diungkapkan Fernando Sitorus perwakilan dari Partai Nasdem.
“Ini merupakan evaluasi bagi kita semua. Tentang money politik yang ada di Kota Siantar ini. Terhadap kinerja Bawaslu, ke depan kita mintakan bekerja mengacu perundang-undangan,” kata Fernando.
Sementara mengenai fokus kegiatan evaluasi itu sendiri, yakni perihal fasilitasi kampanye, komisioner KPU Nurbaiyah Siregar menyinggung soal adanya parpol yang tidak memasang Alat Peraga Kampanye (APK) yang difasilitasi KPU. Ia juga kemudian menyinggung adanya caleg yang justru memasang APK yang diproduksi sendiri, yang lokasi pemasangannya juga dipajang pada billboard alias tidak di zona yang ditetapkan.
Sebaliknya merespon poin yang disinggung komisioner KPU itu, sejumlah perwakilan parpol mengeluhkan perihal penetapan zonasi yang dinilai kurang tepat.
“Pengalaman saya saat memasang APK di salah satu zonasi di Jalan Narumonda, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, di lokasi itu tak layak menjadi zona kampanye diakibatkan letaknya berdekatan dengan tempat pemakaman umum,” kata Fernando dan meminta agar dilakukan koreksi atas zonasi-zonasi tersebut.
Di akhir acara evaluasi, Ketua KPU Pematangsiantar Daniel Sibarani mengatakan, seluruh pembahasan dan saran-saran yang disampaikan dalam acara evaluasi itu akan menjadi catatan bagi pihaknya untuk perbaikan ke depannya.
“Masukan dari hasil evaluasi ini akan menjadi catatan perbaikan kedepan. Semoga kedepan akan kita perbaiki untuk terlaksananya Pemilu yang lebih baik,” kata Daniel.
Selain komisioner KPU dan perwakilan parpol, kegiatan evaluasi ini juga dihadiri Ketua Bawaslu Pematangsiantar Syafii Siregar dan sejumlah jurnalis. [**]
Baca juga:
Kometragedi Pemilu ke Pemilu di Siantar
Saat Caleg Minus Kepedulian Bertemu Pemilih Mata Duitan
Warga Siantar Sudah Ingin Walikota Diganti?




















