Home Peristiwa Kometragedi Pemilu-ke-Pemilu di Siantar

Kometragedi Pemilu-ke-Pemilu di Siantar

SHARE
Rado Damanik (kanan) tersenyum ke arah kamera, disebelahnya Alpeda Sinaga mengacungkan jempol, dan Direktur SoPo Kristian Silitonga, saat break acara Ngobrol Santai Soal Siantar bareng Alpeda Sinaga, di Grand Palm Hotel, Sabtu (9/2/2019). (Dok. cakapcakapsiantar).

isiantar.com – Sebuah kometragedi, atau lelucon yang tragis tentang realita pelaksanaan pemilu-demi-pemilu di kota Siantar, terlontar di acara Ngobrol Santai Soal Siantar bareng Alpeda Sinaga, di Grand Palm Hotel, Sabtu (9/2/2019) lalu.

“Coba kita bayangkan, ada Caleg (yang) gak kita kenal, hanya bapaknya yang kita kenal, masa saya disuruh memilih karena melihat bapaknya bukan melihat figurnya. Masalahnya (nanti, red) terpilih pula itu, kenapa terpilih, karena ada ‘voucher‘.” Demikian dikatakan Friado Damanik yang langsung disambut gelak tawa para yang hadir di acara itu.

Yang disampaikan Ketua DPP Himapsi — yang lebih dikenal dengan nama Rado — dengan nada berkelakar itu, tampaknya berhasil mengundang gelak tawa karena dirasa mengungkap sebuah rahasia umum namun sudah melekat menyerupai tradisi di setiap pelaksanaan pemilu di kota ini. Pun, sekaligus semacam otokritik terhadap seluruh yang hadir di acara itu khususnya pihak yang terlibat sebagai penyelenggara pemilu.

Diketahui, pasca reformasi, penyelenggara pemilu baik KPU dan Bawaslu telah dilepaskan dari institusi pemerintah. Dan banyak figur independen yang telah bergantian mengisi posisi jabatan di penyelenggara. Baik dari akademisi, intelektual, atau berlatarbelakang aktivis yang disebut-sebut memiliki nama besar. Tetapi rumor atau desas-desus adanya money politic, dan bahwa yang bermain money politic yang kemudian terpilih, masih terus sangat kental.

Seperti yang kemudian dikatakan Rado selanjutnya, masih mengindikasi bahwa proses Pemilu 2019 yang sedang berlangsung dan akan berpuncak pada hari pencoblosan di 17 April nanti, masih tetap dominan ditingkahi kecurangan-kecurangan money politic. “Tapi percayalah, kebetulan di sini ada (hadir) Bawaslu, yakinnya kita tidak akan ditemukan nanti pelanggaran-pelanggaran tentang money politic, tidak akan ditemukan Bawaslu walaupun hampir 95 persen itu terpilih karena money politic,”  ucapnya. [nda]


Baca juga:

Aroma KKN Manajemen Kepegawaian Pemko Siantar

Walikota Siantar dan Perda, diantara PKL dan Aset Pengusaha