isiantar.com – Dalam hidup ini pernahkah Anda mengahadapi masalah yang sama yang datang berulang-ulang? Beberapa orang pasti pernah mengalaminya….
Bila ditinjau dari sebuah teori, yakni teori “hukum tarik-menarik [energi di semesta]”, dikatakan, jika realitas yang terjadi pada diri kita sebagian besar diciptakan oleh fokus pikiran bawah sadar kita. Pikiran, perasaan, dan ucapan kita, baik yang kita ucapkan langsung maupun yang terselubung dalam hati, itulah yang menciptakan realitas termasuk masalah kita.
Terkadang kita memiliki fokus negatif yang begitu kuat; sehingga menyebabkan kita “menarik” masalah yang sama, yang bisa saja datang secara berulang-ulang.
Pertanyaan kemudian, mengapa kita bisa memiliki fokus negatif seperti ini? Berikut adalah tiga kebiasaan umum yang menyebabkan masalah-kita-mengulangi-dirinya di dalam realitas kita. Coba periksa apakah di dalam pikiran Anda, ada “permainan” seperti tiga hal di bawah ini;
1. Suka berbicara atau mengeluh tentang masalahnya
Untuk kebanyakan, kebiasaan seperti inilah yang menjadi alasan terkuat mengapa kita menarik masalah yang sama berulang-ulang. Kebanyakan dari kita banyak bicara yang cenderung menceritakan hal yang sama berulang-ulang; mengeluh tentang masalah punggung, hubungan yang buruk dengan pasangan, atau bos yang kasar. Semua ini adalah candu bagi pikiran yang bisa membuat kecanduan. Dan ini menciptakan siklus daya tarik terhadap energi negatif yang sama, secara berulang.
Kabar baiknya adalah, cukup mudah untuk berhenti mengeluh.
Tentu harus diawali dengan menyadari bahwa mengeluh telah menjadi satu kebiasaan buruk kita. Selanjutnya “memerintahkan” pikiran kita agar mengingatkan kita untuk tidak lagi mengeluh. Bila cara itu belum cukup, bisa diperkuat dengan memberi peringatan pada pikiran kita dengan memberi “kode” bahwa keinginan itu harus dihentikan. Misalnya dengan menggigit lidah kita sendiri disaat kita menyadari muncul keinginan mengeluh. Awalnya, ini mungkin sedikit tidak nyaman. Tapi dengan sedikit latihan, metode seperti ini bisa membatasi kita untuk tidak berbicara negatif.
2. Obsesif memikirkan masalah
Banyak orang percaya bahwa pikiran “khawatir” atau “mengkhawatirkan” adalah sesuatu yang dibutuhkan demi keberlangsungan hidup di keesokan hari. Di sini, kiita belum ingin terlalu jauh mendiskusikan kepercayaan itu.
Sebab ketika kita khawatir dengan masalah kita, maka sesungguhnya kita sedang memberi momentum kepada kekhawatiran itu untuk menjadi realita. Semakin kita khawatir, semakin kita memberikan lebih banyak momentum. Dan akhirnya kita akan menemukan diri kita semakin jauh dari solusi yang kita butuhkan.
Dan banyak pula orang yang paham benar jika berpikiran negatif bisa mendatangkan masalah.
Memang, tentang mengubah pikiran, selalu lebih mudah diucapkan daripada diterapkan. Pikiran kita bisa “bergeser” dengan sangat cepat tanpa kita sadari. Jadi, mengontrol pikiran, bisa menjadi sedikit rumit untuk diterapkan.
Penting untuk diingat, meski Anda nantinya sudah mampu dengan sengaja mengubah pikiran-pikiran Anda ke arah positif, Anda akan masih memiliki beberapa pemikiran negatif yang tidak disengaja yang tidak diinginkan muncul di sana-sini. Santai saja, tidak apa-apa, itu baik-baik saja. Sebab beberapa pikiran negatif tidak akan merusak hidup Anda. Poinnya di sini adalah, tolong jangan terlalu memberatkan pikiran Anda.
Lain kali, di saat Anda sadar sedang merasa khawatir atau cemas terhadap sebuah masalah, cukup beritahu/katakan kepada diri Anda: “Saya dapat memecahkan masalah ini nanti, tapi sekarang ini saya akan fokus pada sesuatu yang sedikit lebih menggembirakan”. Lalu kemudian carilah sebuah aktivitas lain yang biasanya mampu memberi sedikit kebahagiaan kepada perasaan Anda.
Anda bisa menonton film lucu, menelpon teman baik, atau mempraktikkan hobi yang membuat Anda bahagia. Anda juga bisa mendengarkan musik yang menggembirakan atau melakukan olah raga ringan. Setiap kali Anda terobsesi, mundurlah selangkah dengan mengalihkan perhatian Anda ke “getaran” yang lebih tinggi yang memberi perasaan gembira bagi jiwa Anda. Dengan modal ini Anda akan menghasilkan sebuah kebiasaan yang membantu Anda bangkit dari serangan pikiran-pikiran negatif di kehidupan ini.
Bila nantinya “gangguan positif” telah menjadi respons otomatis Anda terhadap pemikiran-pemikiran negatif obsesif yang muncul, maka Anda akan melihat perubahan yang kuat atas kualitas realitas Anda. [feb]




















