Siantar — Pemko Pematangsiantar memiliki strategi dan inovasi untuk menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Misalnya, dengan meningkatkan kreativitas warga untuk membangun kota yang unggul dan sejahtera, dan dengan membangun ekonomi kreatif lewat pelatihan dan pendampingan secara intensif.
Cara itu merupakan salah satu strategi yang disampaikan Walikota Wesly Silalahi — melalui Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang — dalam paparannya di kegiatan Penilaian Presentasi Kepala Daerah Dalam Rangka Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Dimensi Penurunan Tingkat Pengangguran, pada Rabu (1/4/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini, adalah ajang penilaian bagi kepala daerah untuk memaparkan kebijakan, inovasi, dan dampak nyata program pengurungan angka pengangguran di daerah masing-masing, yang ditujukan mendorong kinerja berbasis hasil (result-oriented) dan memberikan insentif bagi daerah dengan prestasi.
Adapun Siantar dengan gambaran umum jumlah penduduk sebanyak 279.198 jiwa, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 81,71 persen, laju pertumbuhan ekonomi 4,09, dan Gini Rasio sebesar 0,332 di tahun 2025, disampaikan bahwa strategi yang akan ditempuh antara lain memperluas kesempatan kerja, memperkuat sinergi dengan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dan mendorong berbagai program inovasi lintas sektor.
Terkait strategi untuk keberlanjutan dalam penanganan pengangguran, Pemko dan DPRD Pematangsiantar telah menyepakati adanya Ranperda terkait Perlindungan Tenaga Kerja Lokal, dan Ranperda Pemberian Insentif, serta Kemudahan Berinvestasi. Juga telah diagendakan rencana pembangunan industri Kota Pematangsiantar.
Mengenai struktur ketenagakerjaan dimana pekerja bidang informal angkanya lebih besar yakni 51,64 persen atau 75.050 jiwa, sedangkan bidang formal sebesar 48,36 persen atau 70.293 jiwa, Pemko akan mengarahkan pembangunan ketenagakerjaan melalui kebijakan Pembinaan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK negeri dan swasta. Juga melalui pengelolaan informasi pasar kerja (job fair), pelaksanaan pelatihan kerja berbasis kompetensi dengan sertifikat BNSP, serta pemberian bantuan peralatan melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan.
Selain itu Pemko juga menyiapkan pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, hingga standardisasi produk guna meningkatkan daya saing masyarakat dan mendorong terciptanya usaha baru.
Dalam paparannya Wesly juga menyampaikan bahwa berbagai kegiatan konkret telah dilakukan secara untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya melalui pelaksanaan job fair (bursa kerja). Dan hasilnya, berdasarkan angka statistik Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sudah berhasil diturunkan dari 8,00 persen di tahun 2024 menjadi 7,74 persen di tahun 2025.
Wesly juga mengutarakan bahwa menurunkan pengangguran tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar penanganan pengangguran berjalan lebih efektif,” katanya.
Pemko Siantar juga telah banyak merekrut pemuda-pemudi yang bergelut di bidang industri ekonomi kreatif, seperti content creator hingga tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi pada bidang yang dibutuhkan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain itu, pembentukan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit juga menjadi bagian strategi dalam memastikan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis serta iklim investasi yang kondusif.
“Inovasi ini juga merupakan strategi unggulan Pemko Pematangsiantar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif,” lanjutnya.
Wesly menambahkan, Pemko Siantar tidak hanya berfokus pada penurunan angka pengangguran, tetapi juga memiliki upaya maksimal untuk membangun masa depan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Untuk konteks inovasi daerah, Pemko melalui Dinas Ketenagakerjaan memiliki strategi membuka Klinik Konseling Ketenagakerjaan.
“Klinik Konseling Ketenagakerjaan merupakan inovasi pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan yang bertujuan memberikan layanan konseling terpadu bagi pencari kerja, pekerja, maupun korban PHK agar memperoleh solusi, dukungan psikologis, informasi lowongan kerja yang tepat, serta pendampingan dalam menghadapi dunia kerja,” jelasnya.
Melalui presentasi ini, Wesly berharap capaian kinerja Pemko Siantar dalam menurunkan tingkat pengangguran dapat memeroleh apresiasi, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di masa mendatang.
Penyampaian presentasi secara zoom meeting dari Command Center Balaikota ini turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan Drs Robert Samosir, Kepala Bappeda Sofie Megawaty Saragih, Kadis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Muhammad Hamam Sholeh, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johannes Sihombing. (PR/nda)




















