isiantar.com – Camat Siantar Barat, Heryanto Siddik, Senin (14/3/2016) lalu, telah mengirimkan surat kepada seluruh pedagang yang berjualan pada malam hari di depan kantor DPRD dan Satpol PP Kota Pematangsiantar.
Surat itu berupa sinyalemen akan dilakukannya penggusuran terhadap seluruh pedagang yang berjualan pada malam hari di kawasan tersebut.
Dalam surat bernomor 700/165-SB/III/2016, Heryanto menuliskan, sekaitan dengan hasil rapat antara pihak Kepolisian Resort Kota Pematangsiantar bersama Pemko, dan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 9 tahun 1992, maka pihaknya menghimbau seluruh warga untuk tidak melakukan kegiatan di atas trotoar, drainase, maupun badan jalan umum yang tidak sesuai peruntukannya.
Selanjutnya dalam surat itu dinyatakan, Pemko bersama kepolisian akan melaksanakan penertiban terhadap hal-hal yang melangggar aturan itu.
Setelah menerima surat itu, Senin (21/3/2016) sekitar Pukul 09.30 WIB, tampak para pedagang yang setiap malamnya berjualan di depan gedung DPRD dan Satpol PP, beramai-ramai mendatangi kantor Satpol PP guna mempertanyakan lebih jelas perihal rencana penggusuran tersebut. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Kakan Satpol PP, Julham Situmorang.
Dalam pertemuan itu, Julham membenarkan rencana penggusuran tersebut. Dikatakannya, rencana penggusuran itu berawal dari permintaan Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak, yang meminta pemko untuk melakukan penertiban terhadap mereka.
Namun kemudian, kata Julham, atas rasa kemanusiaan, hatinya tergerak untuk melakukan upaya agar para pedagang tetap bisa berjualan di lokasi tersebut seperti biasanya.
“Saya berbicara kepada Pj.Walikota, Pak Jumsadi. Saya katakan bahwa pedagang yang memakai trotoar atau badan jalan juga tak bisa ditindak semena-mena. Mungkin beliau (Pj.Walikota) tersentuh hatinya dan mengizikan pedagang untuk berjualan di lokasi itu,” aku Julham di hadapan puluhan pedagang.
Namun menurut Julham, Jumsadi Damanik hanya berpesan agar jumlah pedagang di tempat itu tidak boleh lagi bertambah. “Pj. Walikota juga berpesan agar para pedagang tidak meninggalkan gerobaknya pada hari Sabtu seperti yang selama ini terjadi. Kebersihan harus dijaga,” ucap Julham.
Sementara itu, amatan wartawan di lokasi pedagang berjualan, saat tengah dikerjakan proyek perbaikan drainase yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Siantar. Informasi menyebut, proyek yang sedang dikerjakan di Jalan H Adam Malik itu dalam rangka membuat jalur lalu lintas di tempat tersebut menjadi dua arah. (dra)





















Discussion about this post