isiantar.com – Warga Kota Pematangsiantar menginginkan walikota untuk secepatnya melantik jajaran direksi PDAM Tirtauli yang baru. Keinginan itu beranjak dari harapan akan segera hadirnya pelayanan yang lebih baik dari perusahaan penyedia air minum tersebut.
Keinginan ini cukup kuat dan beralasan. Selain karena kecewa dengan pelayanan PDAM Tirtauli selama ini, di sisi lain, warga juga sudah mengetahui jika nama-nama jajaran direksi yang baru yang sudah lolos uji kelayakan dan kepatutan, telah diserahkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) kepada Walikota Hefriansyah di pertengahan April lalu.
“Kita sudah terlalu lama kecewa sama pelayanan PDAM. Harga air sudah dinaikkan, tapi airnya jadi makin sering mati. Gak ngerti kita entah gimana kerjanya. Jadi sudahlah dengan (jajaran direksi) yang lama, kita berharaplah walikota segera melantik jajaran direksi yang baru,” ungkap J Purba, salah seorang warga, Senin pagi (21/5/2018).
Harapan senada disampaikan Yudhi Setyawan salah seorang mahasiswa di perguruan tinggi di kota ini.
Yudhi mengatakan, keinginan warga agar walikota segera melantik jajaran direksi yang baru adalah sesuatu yang mendesak. Sebab pelantikan tersebut diyakini akan berdampak baik pada psikologis warga yang belakangan ini dijejali oleh banyak persoalan yang muncul di kota kecil ini.
“Banyak persoalan di kota kita ini sekarang, tapi menurutku, salah satu persoalan penting yang harus segera dituntaskan walikota adalah pelantikan terhadap jajaran direksi yang baru. Karena air minum (merupakan) kebutuhan mendasar yang akan memberi dampak signifikan bagi seluruh aktifitas manusia. Itu menjadi hajat hidup orang banyak.
Jadi seandainya soal (pelantikan) ini bisa segera diselesaikan, beban psikologis warga di kota ini sekarang akan jauh lebih ringan untuk menghadapi semua persoalan-persoalan yang ada ini. Apalagi selama ini warga memang sudah kecewa betullah dengan kinerja yang lama, saya kira tidak ada alasan yang logis (untuk) menunda-nundanya,” kata Yudhi.
Mengenai jajaran direksi yang baru, diketahui pada tanggal 13 April lalu Panitia Seleksi (Pansel) telah menyerahkan nama-nama tersebut kepada walikota yang untuk selanjutnya adalah proses pelantikan. Namun, tanpa ada penjelasan yang menyertai, hingga saat ini walikota belum juga melantik jajaran direksi baru tersebut malah sebaliknya justru memperpanjang masa kerja jajaran direksi lama. Padahal, diantara jajaran direksi yang lama, diketahui ada yang umurnya sudah lewat batas usia pensiun.
Badan Pengawas Juga Titipkan Harapan kepada Direksi yang Baru
Ternyata kekecewaan warga terhadap kinerja PDAM Tirtauli selama ini juga disadari dan dirasakan oleh jajaran Badan Pengawas (BP). Oleh karena itu, BP memiliki harapan besar bagi jajaran direksi yang baru yang nantinya akan bisa memberikan pelayanan yang baik kepada warga.
“Artinya, harapan kita, harapan semualah stake holdernya, pingin PDAM ini ke depannya lebih maju. Kita kan pingin ada penghasilan tambahan (deviden) buat pemko, itunya salah satu tujuan kita,” ujar Sarmahita Damanik anggota BP PDAM Tirtauli, Rabu sore (16/5/2018) lalu.
Ungkapkan Sarmahita itu berangkat dari soal kekecewaan dan keprihatinan warga atas realita bahwa pada tahun 2016 lalu deviden dari perusahaan ini hanya sebesar Rp56,6 juta. Padahal beberapa tahun sebelumnya, sebelum tarif air belum dinaikkan hingga 300 persen yang kemudian memicu banyak protes warga, perusahaan ini masih memberi deviden sebesar Rp528,4 juga.
Kepada jajaran direksi yang baru — yang masih menunggu proses pelantikan oleh walikota — Sarmahita berharap agar nantinya lebih fokus dalam hal perampingan struktur manajemen demi efisiensi penggunaan anggaran.
“Selama ini banyak struktur yang tidak efektif, ada kelebihan gaji, pengadaan kendaraan , kami sebagai Badan Pengawas juga (pernah) mengusulkan supaya tidak usah semua Kabag itu punya mobil dinas lagi. Dan diminta juga kepada pegawai agar lebih bertanggungjawab sama tupoksinya, artinya bila dia sebagai Kabag Teknik dia bertanggungjawab betul terhadap bidangnya. Kami juga, meskipun BP, selama ini sudah terlalu banyak menerima keluhan warga,” ujarnya mengakhiri. [nda]



















