isiantar.com – Meski manajemen pengelolaan pasar Pasar Horas Jaya telah diobah, namun para pedagang di pasar tradisonal milik Pemerintah Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, masih saja dirudung oleh persoalan klasik. Persoalan klasik dimaksud ialah lokasi berjualan mereka sering kebanjiran.
“Sampai sekarang masih gitu, mana ada berubah. Sayangnya abang kalau hujan gak terus ke sini pula, biar abang lihat. Sampai selutut airnya,” ujar salah seorang pedagang bermarga Manurung di Lantai I, Pasar Horas, Senin siang (27/3/2017).
Pedagang ini menampik logika awam perihal harapan akan adanya perbaikan pengelolaan di pasar tersebut setelah diobahnya manajemen pengelolaannya sekitar dua tahun lalu.
“Kami kan pedagang di sini tau juga, sekolah juganya kami, ini bukan soal ganti nama dari Dinas (SKPD) jadi Perusahaan Daerah. Kalau orang-orang di manajemennya itu-itu juga, mau kita ganti nama lagi pun berapa kali lagi pun, ya gini-gini ajalah sampai pensiun,” tukasnya.
Kondisi miris yang nyaris sama dengan yang dialami pedagang di Pasar Horas ini, juga terjadi di pasar tradisional milik pemko lainnya, yakni Pasar Dwikora yang berada di Kecamatan Siantar Utara.
Pasar tradisional yang lebih dikenal warga lokal dengan nama Pajak Parluasan ini, juga sudah bertahun-tahun kerap digenangi air setelah turun hujan. Bahkan genangan air yang sudah bercampur lumpur, bisa bertahan hingga keesokan harinya, selama seharian, meski keesokan harinya itu hujan sudah tak turun lagi.
Salah seorang pengunjung, Arta (37), mengungkapkan, ia sangat tidak nyaman dengan kondisi pasar Dwikora yang becek.
“Siapa pun pengunjung ke Parluasan ini saya yakin pasti gak nyaman melihat becek ini. Lihatlah baju awak pun (jadi) kotor kali. Ada-ada aja pertanyaan abang ini lah,” jawabnya, Senin pagi (27/3/2017).
“Gini Lae, beceknya pasar Dwikora tiap habis hujan, jelas mempengaruhi penjualan kami. Karena kalau hujan turun semalam (kemarin), pembeli kan udah tau kalau di sini pasti udah becek, ya gimana lagi dia mau datang? Ya gak adalah uang (penjualan) kami,” balas seorang pedagang yang enggan menyebut namanya kepada isiantar.com.
Saat isiantar.com ingin mengetahui bagaimana pandangan Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Setia Siagian, mengenai kondisi ini, lewat upaya konfirmasi. Setia Siagian yang coba ditemui pada hari yang sama sekitar Pukul 13.00 WIB, disebut oleh pegawainya sedang tidak berada di kantor. [ry]



















