isiantar.com – Prihatin dengan maraknya aksi kejahatan jalanan seperti begal dan jambret membuat kaum muda yang menamakan diri Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Siantar (KOMPAS) menggelar aksi unjukrasa di depan Mapolres Kota Siantar, Sumatera Utara, Kamis pagi (2/11/2017).
Unjukrasa digelar dengan penyampaikan orasi dan pemajangan spanduk ukuran besar berisi desakan dan harapan kepada pihak kepolisian agar bisa memberikan jaminan ketertiban dan kenyamanan yang merupakan hak masyarakat.
Arif Harahap selaku koordinator aksi kepada isiantar.com mengatakan, maraknya tindak kejahatan jalanan dan tindak penganiayaan serta pelecehan seksual di Siantar belakangan merupakan dampak dari lemahnya kinerja dari aparat kepolisian di kota ini.
Diantara aspek yang menurut Kompas turut berkontribusi besar akan maraknya kejahatan di Siantar belakangan ialah, beroperasinya secara bebas sejumlah tempat-tempat yang terindikasi kuat sebagai arena perjudian serta kurang maksimalnya pemberantasan narkoba.
Dalam spanduk besar yang mereka pajang pada unjukrasa itu tertera lima poin pernyataan Kompas. Pertama, meminta kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan. Kedua, meminta kepada aparat penegak hukum untuk lebih meningkatkan keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat Kota Pematangsiantar.
Ketiga, mendesak aparat penegak hukum untuk memberantas tempat-tempat perjudian dan peredaran narkoba yang merajalela di Kota Pematangsiantar. Keempat, meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan dan tindakan tegas di tempat hiburan malam yang di indikasikan adanya peredaran narkoba dan menjadi tempat prostitusi.
Sementara yang terakhir, Kompas meminta Kapolres Pematangsiantar agar segera meninggalkan jabatannya apabila tidak mampu mengamankan kriminalitas terkait permasalahan perjudian, peredaran narkoba dan Begal. [nda]




















