Siantar – Pasangan Calon Walikota Pematansiantar Asner Silalahi – Susanti Dewayani menggelar temu ramah dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama di Jalan Pangururan, Kelurahan Timbang Galung, Siantar Barat, Jumat (16/10) sore.
Kedatangan pasangan ini disambut hangat Pengurus Cabang NU Kota Siantar yakni, Drs H M Nuh Nasution selaku Rois Suryah, Marnaik Hasibuan MA selaku Ketua, Imran Simanjuntak MA sebagai sekretaris, dan juga pengurus Muslimat NU, Pengurus GP Ansor, Fatayat NU, Isnu (Ikatan Sarjana NU), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan IPNU (Ikatan Pelajar NU).
“Inilah kami NU, dengan tradisi sederhananya, siapapun tamu itu, tetap kita sambut dengan baik. Sebab di NU tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan, insani kemanusiaan. Nilai toleransi bagi sesama umat manusia selalu melekat dalam diri NU,” kata Marnaik Hasibuan menyambut kedatangan Asner – Susanti, dan menjelaskan bahwa dalam tradisi NU, baik tuan rumah dan tamu sama-sama duduk lesehan dan saling bercerita.
Marnaik lalu memberi pesan kepada Asner – Susanti Dewayani agar dalam menjalani hidup sehari-hari harus tetap senyum dan bahagia. “Kita hidup ini jangan terlalu tegang. Tapi tetap senyum dan bisa hidup saling berdampingan dengan sesama. Saya yakin kepada Asner dan Susanti segala upaya yang dilakukan akan membuahkan hasil. Tidak ada usaha yang sia-sia,” ujarnya.
Marnaik memastikan dirinya akan mengimbau seluruh keluarga besar NU Kota Siantar agar datang ke TPS tangal 9 Desember nanti, untuk memberikan hak suaranya. “Soal siapa yang dipilih, itu merupakan pribadi masing-masing. Tapi kita minta, selaku warga negara yang baik, sebaiknya datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya,” katanya.
Sekretaris PC NU Kota Siantar Imran Simanjuntak menyampaikan bahwa NU Kota Siantar terus menjaga kerukunan antar umat beragama, dan mengedepankan persaudaraan sesama umat manusia. “Perlu kami sampaikan bahwa sejak dulu organisasi NU, di mana pun berada tidak pernah membuat dukungan secara organisasi kepada calon dalam setiap moment pilkada. Dan NU juga tidak pernah mengeluarkan surat dalam hal menolak pasangan calon. Jadi semuanya kembali ke diri masing-masing,” kata Imran.
Susanti Dewayani menghaturkan terimakasih kepada keluarga besar NU yang telah menyambut kedatangan mereka dengan baik. “Saya kelahiran Bali dan sudah puluhan tahun tinggal di Kota Siantar setelah menikah dan ditugaskan pertama di Puskesmas sebagai PNS,” kata Susanti, seraya menambahkan pertemuan dengan keluarga besar NU sangat besar manfaatnya bagi meningkatkan tali silaturahmi.
Asner juga menyampaikan bahwa baginya temu ramah dengan tokoh-tokoh agama, tokoh budaya dan tokoh masyarakat sangat penting dilaksanakan. “Kami juga sangat membutuhkan arahan dan bimbingan dari tokoh-tokoh agama seperti dari keluarga besar NU. Dan setelah saya banyak mendengar dari sambutan pengurus NU Siantar, banyak hal yang bisa saya kutip,” kata Asner yang mengaku mengagumi tokoh-tokoh NU yang tetap menjaga dan memelihara nilai kebangsaan.
“Dengan sambutan ini, duduk bersama di tikar dan disuguhi makanan ringan seperti jagung, kacang, kopi dan lainnya, serasa seperti di rumah sendiri. Rasa kekeluargaan yang dibudayakan keluarga besar NU sangat saya hormati dan kagumi,” lanjut Asner lagi.
Asner juga meyakini dalam memimpin suatu daerah hubungan dengan tokoh-tokoh agama, tokoh adat budaya, dan tokoh masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi. Sebab ide dan gagasan dari tokoh-tokoh agama dinilai sangat penting untuk kemajuan suatu daerah.
Temu ramah ini berlangsung dengan kesederhanaan dan kekeluargaan. Canda dan tawa dari Ketua PC NU Kota Siantar, membuat suasana pertemuan semakin hangat. [PR/nda]


















