Siantar — Kandidat bakal calon wakil walikota, Rospita Sitorus, mulai menawarkan narasi duet perempuan untuk menjadi pemimpin Kota Siantar.
“Perempuan perempuan, kenapa tidak,” ujar Rospita dalam talk show dengan topik Siantar Mencari Wakil Walikota yang digelar 2’DE POINT event organizer, Jumat sore (9/4/2021), di 2’De POINT Cafe & Resto, Jalan Farel Pasaribu.
Pembawa talk show, Tigor Munthe, dalam pengantarnya menyebut talk show itu digelar untuk membantu mengedukasi dan mempublikasi hal-hal yang berkaitan dengan khalayak yang tengah berlangsung di kota ini. Selain Rospita, Rektor UHKBPNP Profesor Dr Sanggam Siahaan M.Hum, dan juga Pengamat Politik Pardamean Sihombing, turut diundang jadi pembicara di acara ini.
Pasca mendaftar menjadi kandidat bakal calon wakil walikota, Rospita memulai narasinya, ada pertanyaan menggelitik yang menghampirinya yaitu jika kelak dia terpilih maka Siantar akan dipimpin pasangan duet perempuan. Sebab, pasca meninggalnya walikota terpilih Asner Silalahi, posisi walikota nantinya akan otomatis diisi oleh wakil walikota terpilih yakni Susanti Dewayani, yang adalah seorang perempuan.
“Saya pikir soal perempuan dan laki-laki itu adalah punya hak yang sama dipilih dan memilih. Apalagi persoalan tanggung jawab sebagai pemimpin saya pikir bukan persoalan perempuan (gender), tapi adalah persoalan bagaimana seorang pemimpin itu mampu mempunyai kapasitas untuk dia menjadi seorang pemimpin,” ujar mantan Anggota DPRD Simalungun tiga periode ini.
Rospita kemudian juga mengemukakan bahwa duet perempuan sebagai kepala daerah bukanlah sesuatu yang baru. Malah, menurutnya, pasangan duet perempuan sebagai bupati dan wakil bupati yang pernah terjadi di Klaten, Jawa Tengah, telah menjadi contoh keberhasilan kepemimpinan.
“Padahal kita ketahui bahwa Jawa itu adalah dominan masyarakat Muslim yang mereka sedikit memberikan ‘sesuatu’ tentang kepemimpinan perempuan. Tapi ternyata saat dipilih dan diberi mandat oleh masyarakat, mereka mampu melakukan tugas-tugas mereka sesuai dengan tanggung-jawab yang mereka emban,” katanya lagi.
Adapun Pardamean Sihombing di talk show ini menjelaskan perihal bentuk-bentuk keterlibatan masyarakat untuk pemilihan wakil walikota yang tengah berlangsung. Dan juga soal mekanisme pemilihan tersebut. Dan Sanggam Siahaan mengingatkan kembali perihal ciri-kualitas yang seharusnya dimiliki seorang calon, atau pemimpin, yang salah satunya adalah harus memiliki kualitas suri tauladan.
Tentang narasi duet perempuan yang digelindingkan Rospita, Rospita juga sempat mengingatkan kembali bahwa baru-baru ini juga ada bupati dan wakil bupati hasil pilkada serentak yang keduanya adalah perempuan.
“Nah kemarin juga di Pilkada Serentak itu sudah ada dilantik pasangan bupati dan wakil bupati perempuan. Ini pertama sekali di Sumatera, yaitu di Sumatera Selatan, tepatnya di Musi Rawas. Itu dilantik bupati dan wakil bupatinya perempuan. Nah ini artinya bahwa perempuan dan perempuan tidak ada persoalan,” ungkap Rospita dilanjutkan dengan menyampaikan harapannya yang ingin membawa Siantar ke arah yang lebih baik.
Sayangnya, pada talk show ini Rospita tidak menjelaskan apa signifikansi pada komposisi duet perempuan sebagai kepala daerah bila dibandingkan dengan bentuk komposisi yang lain. Dan juga, apa signifikansi dirinya sebagai sosok jika disandingkan dengan Susanti Dewayani. [nda]




















