Siantar — Harapan masyarakat akan berdirinya universitas negeri di kota Siantar telah mengemuka sejak belasan tahun lalu. Namun upaya Pemko untuk membuat harapan itu jadi kenyataan, masih stagnan di tahap penyusunan kajian demi kajian.
Hal itu terungkap dalam rapat Bappeda dengan Komisi III, di gedung DPRD, Rabu (22/7/2020).
Pejabat Bappeda mengatakan, dalam dua tahun terakhir, secara berurut-turut, pihaknya telah menyusun kajian atau studi kelayakan atas rencana pembangunan universitas negeri di Siantar dan telah mengajukannya ke Kopertis Wilayah I, di kota Medan. Namun hasil kajian mereka itu, selalu ditolak.
Merespon keterangan pejabat Bappeda tersebut, salah seorang Anggota Komisi III, Nurlela Sikumbang, mempertanyakan apakah setelah ditolak Kopertis, Bappeda akan kembali mengalokasikan anggaran untuk membuat kajian tersebut.
Pertanyaan bertendensi kecurigaan ini disebabkan seingat anggota DPRD dua periode ini, program kajian pendirian universitas negeri itu telah ada dari tahun-tahun sebelumnya, bukan hanya dua tahun belakangan.
Menjawab pertanyaan Nurlela, Kepala Bappeda Hamam Soleh mengatakan, akan tetap mengalokasikan anggaran penyusunan kajian tersebut dengan memperhatikan kondisi keuangan Pemko.
“Ke depannya akan seperti itu, selama itu masih dalam koridor RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) kita, Bu,” balasnya. [nda]




















