isiantar.com – Ratusan sastrawan membuat puisi tentang Kota Pematangsiantar. Sastrawan tersebut diantaranya Kurnia Efendi, Wayan Jengki Sunarta dan Saut Situmorang.
Penulisan puisi tentang Pematangsiantar ini dimulai bulan Februari lalu dengan digagasi oleh sejumlah penyair yang peduli dengan masa depan kesusastraan, dan rencananya, puisi-puisi tersebut akan dibukukan dalam Antologi Puisi Pematangsiantar.
Informasi diperoleh, antologi yang kini tengah dalam proses pembuatan, juga direncanakan akan diluncurkan di Kota Pematangsiantar tanggal 12 April 2018 – lewat rangkaian kegiatan yang akan dihadiri sastrawan Saut Situmorang.
“Bung Saut Situmorang sudah berkenan hadir sebagai pembicara. Lalu ada diskusi sastra untuk peluncuran buku Antologi Puisi Pematangsiantar, dan ada diskusi terkait penulisan kreatif itu di hari pertama hingga siang, lalu puisi coffe dan malam apresiasi,” jelas Itov Sakha, salah sorang kurator puisi untuk antologi ini, Senin malam (26/3/2018), kepada isiantar.com.
Sejak program pembuatan antologi puisi ini diumumkan Februari lalu, tim kurator telah menerima tiga ratusan puisi dari penyair-penyair penjuru nusantara. Dan dari hasil kurasi, disebutkan, ada 89 judul puisi yang berhasil masuk dalam antologi tersebut.

Dalam daftar puisi yang lolos tersebut ada juga nama Marsten L Tarigan, Itov Sakha, Maringan Manik dan Ubai Dillah Al Anshori yang merupakan penyair-penyair dari kota Pematangsiantar.
Setelah dari kota Pematangsiantar, kegiatan akan dilanjutkan ke kota Parapat dan Pulau Samosir. Termasuk untuk mengenang sastrawan besar asal Harian Boho, Pulau Samosir, almarhum Sitor Situmorang. [nda]




















