Siantar — Sejumlah pengusaha angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) meminta toleransi waktu atas rencana penerapan kebijakan yang mewajibkan seluruh armada mereka masuk ke dalam terminal Tanjung Pinggir. Permintaan ini mereka sampaikan dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kinerja Operasional Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, yang digelar Selasa (10/12) siang, di terminal Tanjung Pinggir.
Sebagaimana diagendakan, dalam rapat ini Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Terminal Tanjung Pinggir Jumanter Pangaribuan menyampaikan rencana penerapan kebijakan untuk mewajibkan seluruh armada AKDP dan AKAP masuk ke dalam terminal Tanjung Pinggir dan menjadikan terminal ini sebagai tempat pemberhentian terakhir bagi seluruh penumpangnya sejak 16 Desember nanti.
Kasatlantas Polresta Siantar Septian Dwi Erianto menyatakan pihaknya siap mendukung kebijakan yang dirancang demi maksimalisasi operasional Terminal Tanjung Pinggir dan penataan lalu lintas ini. Bila nanti telah diterapkan, pihaknya akan merazia seluruh angkutan yang tidak taat, atau yang masih masuk ke inti kota.
Dukungan terhadap rencana ini juga disampaikan Forum Komunikasi Driver Online Siantar (FK DOS) yang turut diundang untuk menghadiri rapat ini.
Namun, para pengusaha AKDP dan AKAP yang hampir seluruhnya hadir, justru meminta agar penerapan kebijakan ini ditunda hingga Februari 2020 nanti. Berbagai alasan yang mereka sampaikan salah satunya belum siapnya infrastruktur loket mereka di dalam terminal tersebut.
Selain Korsatpel Terminal Tanjung Pinggir dan jajarannya , Kasatlantas, FK DOS dan para pengusaha angkutan, walikota juga datang ke rapat koordinasi yang turut dihadiri Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Provinsi Sumut, Putu Sumarjaya, ini.
Dikarenakan adanya permintaan penundaan dari pengusaha-pengusaha angkutan tersebut, Satpel Terminal Tanjung Pinggir masih akan kembali menggelar rapat pada Jumat 13 Desember nanti. Rapat itu akan bersifat internal, dengan hanya mengundang Kasatlantas. [nda]
Baca juga:
1.300 Angkot Padati Siantar Tiap Hari, Target PAD Tak Pernah Tercapai



















