isiantar.com – Guna merealisasikan konsep smart city, Pemko Pematangsiantar, akan merekrut enam orang tenaga profesional yang ahli di bidang teknologi informasi (IT). Perekrutan ituguna memenuhi kebutuhan Diskominfo akan tenaga profesional dalam bidang Programmer, Network Engineer, dan Database Administator.
Programmer dibutuhkan untuk membangun dan mengembangkan aplikasi, Network Engineer untuk memastikan jaringan komputer untuk pertukaran data berjalan dengan baik, dan Database Administrator untuk melakukan inplementasi dan realisasi terhadap database serta mengawasi keamanan dan integritas database.
“Perekrutannya akan diumumkan secara resmi ke publik dengan syarat-syarat tertentu, contoh (pendaftar) harus S1 komputer Ilmu IT, kemudian spesifikasi teknisnya dia harus harus bisa membuat program biasa, program berbasis MySQL dan seterusnya. Kemudian dia juga memiliki sertifikasi teknis IT dan bisa ditopang pengalaman, contohnya dia pernah membangun di perusahaan ‘ini’,” kata Pardomuan Nasution, Kepala Bidang E-Goverment Diskominfo, Jumat sore (4/5/2018).
Smart city merupakan konsep kota cerdas yang dirancang guna membantu berbagai kegiatan masyarakat terutama untuk mengelola sumberdaya secara efisien dan memberi kemudahan mengakses informasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi. Konsep ini ditujukan untuk membantu solusi bagi masalah perkotaan seperti persoalan transparansi publik, transaksi non tunai, hingga komunikasi dua arah antara warga secara personal dengan pemerintah.
Tenaga ahli yang akan direkrut akan berfungsi membantu tugas pemko Pematangsiantar dalam membangun dan mengoperasikan aplikasi untuk penerapan e-Goverment, e-Budgeting dan e-Planning. Perekrutan itu direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September 2018. disinggung soal gaji untuk tenaga profesional yang akan direkrut, yang diketahui biasanya nilainya sangat tinggi, Pardomuan menyebut pihaknya akan berupaya agar pemko menyediakan gaji yang pantas bagi mereka.
Rini Silalahi Dukung Rekrutmen Segera Dilakukan
Sebelumnya dalam rapat antara Pansus DPRD untuk LPKj Walikota dengan Diskominfo di gedung DPRD, Sekretaris Pansus, Rini Silalahi, menyampaikan dukungan bahkan mendesak Diskominfo yang dipimpin Kadis Posma Sitorus segera melakukan rekrutmen tersebut.
Desakan itu bermula dari kondisi yang disampaikan Diskominfo bahwa penerapan konsep smart city untuk Pematangsiantar terkendala oleh kurangnya SDM yang profesional. Sementara, beberapa aplikasi sudah sempat dibangun, namun tidak ada tenaga yang mahir mengoperasikan dan mengawalnya.
“Saya pikir selaku bapak jadi kepala dinas, tidak ada untuk kita mengatakan SDM di Siantar kurang. Ada dana, ada semuanya, disekolahkan, dicari programmernya, seperti itu, Pak. Makanya saya bilang tadi kenapa ini duluan dilakukan (membangun sebagian aplikasi), tidak dicari duluan SDM-nya? karena ini dulu yang pertama, Pak. Jadi saya pikir untuk di Siantar jangankan smart city-nya, Pak, orang-orangnya juga masih banyak yang smart untuk dibuat jadi programmer di sini,” sindir Rini. [nda]




















