isiantar.com – Kondisi lingkungan Pasar Dwikora dan sekitarnya yang oleh masyarakat lebih sering dinamai Pajak Parluasan atau Pajak Parlu, saat ini semakin memprihatinkan.
Pantauan isiantar.com ke lokasi, Kamis pagi (28/9/2017), kerusakan pada badan jalan yang telah terjadi beberapa tahun belakangan semakin parah. Lubang yang digenangi air dan lumpur setiap kali selesai hujan, semakin melebar.

Pasar yang kondisinya terkesan tidak ramah terhadap hak konsumen ini oleh pedagang dianggap sebagai bagian keluhan yang belum pernah diberikan solusi serius. “Terusnya naik beritanya soal ini, Bang, tapi gini-gini juganya. Ya kami aja pun merasa tidak nyaman, apalagi pembeli,” keluh pedagang bermarga Sitorus saat ditanya tanggapannya mengenai kondisi lingkungan pasar tersebut.
Kondisi jalanan sering macet, bau, dan penataan yang kurang tertib masih menjadi keluhan sejumlah pedagang dan pengunjung yang diwawancarai.

Satu-satunya situasi yang masih ‘menguntungkan’ menurut pedagang yang alasan pembeli masih mau berbelanja ke pajak parluasan adalah jumlah pasar tradisional yang masih cuma dua di kota ini. Seandainya nanti telah ada pasar tradisional lain , dimungkinkan seketika pasar ini akan menjadi sepi pengunjung.
Maka itu masyarakat khususnya pedagang Pajak Parluasan masih berharap pemko mau serius untuk segera membenahi pasar tersebut. [rif]




















