Siantar — Kepala Bidang Paud dan Dikdas Pemko Siantar Lusamti Simamora mengatakan, konsep merger atau penggabungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang sedang direncanakan pemko tidak semata-mata mengutamakan jumlah siswa yang dimiliki sekolah tersebut. Artinya, jika sebuah SDN memiliki murid paling banyak di sebuah wilayah, bukan berarti SDN yang lain — yang muridnya lebih sedikit — otomatis digabungkan dengan SDN tersebut atau dijadikan induk.
Hal itu disampaikan Lusamti Simamora saat diwawancarai mengenai rencana merger SDN, pada Rabu (31/3/2020) lalu.
Dijelaskannya, dalam merger yang direncanakan, ada sejumlah kriteria lain yang dipertimbangkan selain jumlah murid. Misal luas bangunan, fasilitas yang dimiliki, dan aspek-aspek lainnya.
Manun lain hal bila di suatu wilayah atau zona hanya ada satu unit SDN. Sekalipun muridnya cuma sedikit, SDN tersebut tidak akan ikut dimerger.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengabungan SDN ini kata Lusamti tidak akan menyebabkan Siantar kelebihan tenaga pengajar. Sebab kondisi Siantar saat ini justru kekurangan tenaga pengajar, dan merger salah satu kebijakan untuk menjawab persoalan itu.
Demikian juga untuk kepala sekolah.
Menurutnya, saat ini Siantar juga kekurangan tenaga kepala sekolah yang sesuai dengan standar Permendikbud, dan hal itu juga yang menyebabkan banyak kepala sekolah berstatus Pelaksana Tugas (Plt) di kota ini.
Selain untuk efisiensi dan efektifitas anggaran, rencana merger ini juga disebut demi pemenuhan 8 (delapan) standar pendidikan.
Dikatakannya, dengan kondisi saat ini dimana pada satu lokasi bisa ditemukan beberapa SDN, banyak hal yang menyebabkan ketidaknyamanan serta atmosfir kurang baik bagi para siswa.
Misalnya terjadinya rebutan atau klaim kepemilikan lapangan untuk menggelar upacara atau kegiatan olahraga.
“Ada juga kepala sekolah yang marah-marah ke siswa (yang bukan siswanya) karena dilihat membuang sampah ke tempat sampah yang bukan punya sekolah si murid tersebut, karena di satu lokasi,” ungkap Lusamti menceritakan sejumlah peristiwa yang terjadi pada sekolah-sekolah yang berdiri di lokasi yang sama. [nda]
Baca juga:
Tulisan Pelajar Siantar: Mari Mencintai Lingkungan dengan Cara Sederhana




















