Siantar — Satu kerangka manusia ditemukan di dalam rumah kosong yang beralamat di Jalan Asahan, sebelah kiri kompleks perumahan Bukit Akat Sejahtera (BAS), Kabupaten Simalungun, Senin (31/5/2021) sore.
Informasi dihimpun di lokasi, kerangka manusia itu ditemukan secara tak sengaja oleh Riduan Sinaga (39) dan Yusri (40), keduanya warga jalan Tuan Maja Purba, yang sore itu datang untuk memanen terong yang ada halaman rumah kosong tersebut.
Menurut Riduan, sore itu, ketika dia akan ke rumah kosong itu untuk memanen terong, Yusri datang dan meminta ikut bersamanya. Dan setiba di halaman rumah itu, Riduan langsung menuju tanaman-tanaman terong untuk memanen buahnya.
Sementara tanpa sepengetahuan Riduan, Yusri yang penasaran dengan rumah kosong yang terkesan angker itu, memilih berkeliling menelusuri bagian dalam rumah mewah yang sudah tak lagi memiliki pintu dan jendela tersebut. Sampai kemudian di satu ruangan di lantai dua, Yusri menemukan kerangka manusia utuh yang tergeletak di lantai.
Terkejut dan takut melihat kerangka itu, Yusri langsung turun dan memberitahukannya kepada Riduan. Lalu mereka berdua pun pulang dan menceritakan penemuan kerangka itu kepada keluarganya.
Oleh keluarganya, Riduan lalu disarankan untuk melaporkannya kepada RT. RT kemudian melaporkan kepada Lurah, hingga kemudian informasi itu sampai ke Polres Simalungun yang langsung turun ke lokasi.
Di lokasi polisi langsung mengumpulkan informasi tentang kronologi penemuan kerangka tersebut dari Riduan dan Yusri, dan mendatangkan tim INAFIS.


Mengenai tanaman terong yang kini ada di halaman depan dan samping rumah kosong itu, menurut Riduan, tanaman itu ditanam oleh seseorang boru (marga) Singarimbun pada sekitar enam bulan yang lalu. Boru Singarimbun itu menurutnya sudah mendapat izin dari pemilik rumah kosong itu, namun dia sendiri mengaku tidak mengenal siapa sesungguhnya pemilik rumah kosong itu. Tapi karena boru Singarimbun tengah berada di luar kota, dia pun meminta Riduan untuk memanennya.
Aktifitas memanen terong itu kata Riduan baru dilakukannya selama satu bulan belakangan. Tapi bukan setiap hari, melainkan hanya empat hari sekali. “Hampir satu bulan. Empat hari sekali,” kata Riduan.
Selama sudah seberapa kali mendatangi kompleks rumah itu untuk memanen terong, Riduan mengaku belum pernah masuk ke bangunan rumah tersebut karena takut. Hingga kemudian Yusri ikut pada sore itu, dan kerangka manusia itu pun ditemukan. [nda]




















